Nasional

Gempuran AI di Dunia Kerja, Indonesia Desak ASEAN Lindungi Pekerja

47
×

Gempuran AI di Dunia Kerja, Indonesia Desak ASEAN Lindungi Pekerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli akan membawa agenda penguatan keterampilan dan perlindungan pekerja dalam pertemuan ke-29 ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 26–27 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia akan menyuarakan pentingnya kesiapan tenaga kerja ASEAN dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat, mulai dari perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi hingga perubahan kebutuhan industri.

Perubahan tersebut dinilai membutuhkan penguatan keterampilan pekerja, penyediaan informasi pasar kerja, peningkatan layanan ketenagakerjaan serta perlindungan bagi tenaga kerja.

Isu itu juga sejalan dengan pembahasan tindak lanjut ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work beserta dokumen panduannya.

BACA JUGA:  Buka Akses KUR PMI, Binawan dan Bank Mandiri Berkolaborasi Tekan Kendala Biaya Pekerja Migran

“Perubahan dunia kerja tidak bisa kita hadapi sendiri. Indonesia harus ikut menentukan arah kerja sama ketenagakerjaan ASEAN agar transformasi yang terjadi membuka peluang bagi pekerja, bukan membuat mereka tertinggal, dan pada saat yang sama tetap memberikan perlindungan,” kata Menaker Yassierli melalui keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (25/8/2026).

Selain kesiapan tenaga kerja menghadapi masa depan, Indonesia juga akan mengangkat isu perlindungan pekerja, termasuk pekerja migran.

Dalam pertemuan ALMM, Indonesia akan menyampaikan perkembangan tindak lanjut sejumlah komitmen ASEAN, di antaranya terkait perlindungan dan penempatan pekerja migran di sektor perikanan.

Indonesia juga akan mendorong penguatan perlindungan bagi pekerja migran dan anggota keluarganya, khususnya dalam menghadapi situasi krisis.

BACA JUGA:  Tujuh Bulan Tanpa Kepastian, Kasus Dugaan Pemerkosaan Buruh Disabilitas di Mandailing Natal Belum Tuntas

Tak hanya itu, Indonesia akan memperkuat kerja sama ketenagakerjaan dengan berbagai mitra internasional, termasuk International Labour Organization (ILO) dan International Organization for Migration (IOM).

Kerja sama tersebut meliputi dukungan pengembangan keterampilan, peningkatan layanan ketenagakerjaan, penciptaan kerja layak hingga penguatan perlindungan pekerja migran.

“Kerja sama ASEAN harus menghasilkan manfaat nyata bagi pekerja. Bukan hanya membahas perubahan, tetapi memastikan pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan tetap terlindungi dalam menghadapi perubahan,” ujar Yassierli.

Pertemuan ke-29 ALMM di Bangkok diharapkan menjadi salah satu forum penting bagi negara-negara ASEAN dalam menyatukan langkah menghadapi transformasi dunia kerja serta memastikan perubahan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi para pekerja.

BACA JUGA:  Order Anjlok dan Harga Plastik Melambung, 1.600 Pekerja PT CWII Sragen Dirumahkan

Sumber: kemnaker.go.id