Internasional

60 Karyawan Apple Vision Group Dikabarkan Kena PHK, Fokus Pengembangan Vision Pro Berubah

55
×

60 Karyawan Apple Vision Group Dikabarkan Kena PHK, Fokus Pengembangan Vision Pro Berubah

Sebarkan artikel ini

60 Apple Vision Group Employees Reportedly Laid Off as Vision Pro Development Focus Shifts

Apple PHK 60 Karyawan Tim Vision Pro, Fokus ke Kacamata Pintar-uzone.id

JAKARTA – Apple dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 60 karyawan yang terlibat dalam pengembangan perangkat virtual reality (VR). PHK tersebut disebut berdampak pada sejumlah pekerja di Apple Vision Group, tim yang berada di balik pengembangan Apple Vision Pro.

Selain anggota tim utama, sejumlah posisi lain yang masih berkaitan dengan proyek VR Apple juga dilaporkan turut terdampak restrukturisasi.

Kabar mengenai PHK tersebut pertama kali dilaporkan AppleInsider berdasarkan informasi dari sumber internal. Meski demikian, langkah tersebut tidak berarti Apple menghentikan pengembangan Vision Pro maupun sistem operasi visionOS.

Tim yang menangani lini Vision disebut masih dipertahankan, tetapi dengan jumlah personel yang lebih kecil. Apple juga dikabarkan tetap mengembangkan Vision Pro generasi berikutnya, sembari mempersiapkan perangkat kacamata pintar yang menggunakan platform visionOS.

BACA JUGA:  Indonesia dan Turki Sepakat Perkuat Kerja Sama Pelindungan dan Mobilitas Pekerja Migran

Perkembangan Vision Pro sendiri dinilai belum berjalan semulus sejumlah produk Apple lainnya. Harga yang relatif tinggi serta desain headset yang dianggap masih berat menjadi sejumlah tantangan dalam menarik konsumen.

Dukungan pengembang terhadap ekosistem Vision Pro juga belum sebesar perangkat Apple lainnya. Padahal, sejak awal Apple memosisikan Vision Pro sebagai pintu masuk menuju era spatial computing.

Tantangan tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya harga sejumlah komponen. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap harga perangkat yang sejak awal sudah berada di segmen premium.

Di sisi lain, tren pasar mulai mengarah pada perangkat wearable yang lebih ringan dan praktis, termasuk kacamata pintar. Perubahan minat konsumen tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Apple mengubah prioritas pengembangan lini Vision.

BACA JUGA:  Kurir Makanan di Australia Kini Dapat Upah Minimum AU$31,30 per Jam

Apple kini dikabarkan lebih memusatkan perhatian pada pengembangan Siri berbasis kecerdasan buatan (AI) dan kacamata pintar, dibandingkan memaksakan kehadiran headset VR baru yang lebih tipis dan murah dalam waktu dekat.

Restrukturisasi Apple Vision Group pun dinilai sebagai bagian dari perubahan arah tersebut. Apple tidak membubarkan seluruh tim Vision, melainkan memperkecil kelompok yang secara khusus menangani VR dan mengalihkan sebagian sumber daya ke produk yang dinilai memiliki prospek pasar lebih besar.

Meski terjadi pengurangan tenaga kerja, lini Vision diperkirakan belum akan ditinggalkan Apple. Perusahaan telah menginvestasikan waktu dan dana besar untuk mengembangkan visionOS, teknologi pelacakan mata dan tangan, serta ekosistem konten spasial.

BACA JUGA:  12 Tahun Bekerja, Pria di Kendari Mengaku Di-PHK Usai Minta Izin Merawat Istri dan Ibu yang Sakit

John Ternus, yang dijadwalkan resmi menjadi CEO Apple pada September mendatang, juga diperkirakan tidak akan mematikan lini Vision sepenuhnya. Infrastruktur teknologi yang telah dibangun dinilai masih dapat menjadi fondasi bagi pengembangan perangkat komputasi spasial dan kacamata pintar Apple di masa depan.

(Sumber : uzone.id)