Nasional

Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Bambu Apus, Diduga Kekurangan Oksigen atau Keracunan Gas

94
×

Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Bambu Apus, Diduga Kekurangan Oksigen atau Keracunan Gas

Sebarkan artikel ini

Three Workers Die in Bambu Apus Drainage Tunnel, Suspected Oxygen Deprivation or Toxic Gas Exposure

Foto : Kecelakaan kerja terjadi di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jaktim - detiknews

JAKARTA – Kecelakaan kerja yang merenggut tiga korban jiwa terjadi di dalam gorong-gorong di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). Ketiga pekerja proyek tersebut meninggal dunia setelah diduga mengalami kekurangan oksigen atau terpapar gas berbahaya saat berada di dalam saluran tersebut.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam gorong-gorong sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.

“Posisi korban jatuh ke gorong-gorong,” ujar Wahid, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan keterangan awal, insiden bermula ketika seorang pekerja memasuki gorong-gorong untuk menjalankan pekerjaan proyek. Namun, saat berada di dalam dan baru menuruni sekitar setengah tangga, korban mendadak pingsan.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Bongkar Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta

Melihat rekannya tak sadarkan diri, seorang pekerja lain berusaha memberikan pertolongan dengan masuk ke dalam gorong-gorong. Namun, pekerja tersebut juga ikut pingsan. Tidak lama kemudian, seorang pekerja lainnya kembali mencoba menyelamatkan kedua rekannya, tetapi bernasib sama.

“Pekerja proyek sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga pingsan. Dan temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga. Lalu masuk 1 orang pingsan lagi. Jumlah korban 3 orang meninggal,” jelas Wahid.

Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur menerima laporan permohonan evakuasi pada pukul 09.49 WIB. Sebanyak 12 personel tim rescue langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan sejumlah peralatan khusus mengingat kondisi ruang yang sempit dan berpotensi membahayakan petugas. Setelah hampir dua jam proses penyelamatan berlangsung, seluruh korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong pada pukul 11.55 WIB.

BACA JUGA:  DPRD Gresik Akan Panggil Manajemen PT Indonesia Marina Shipyard, Kawal Tuntutan Hak Normatif Buruh

“Korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dan petugas aman,” kata Wahid.

Hingga kini, penyebab pasti kematian ketiga pekerja masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada kekurangan oksigen atau adanya paparan gas beracun di dalam gorong-gorong yang menyebabkan para korban kehilangan kesadaran secara beruntun.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab insiden sekaligus mengusut apakah prosedur keselamatan kerja di lokasi proyek telah diterapkan sesuai ketentuan.

(Sumber : DetikNews)