Daerah

PT Yihong Novatex Kembali Rekrut Pekerja, 800–900 Eks Karyawan Aktif Lagi Usai PHK 1.126 Orang

85
×

PT Yihong Novatex Kembali Rekrut Pekerja, 800–900 Eks Karyawan Aktif Lagi Usai PHK 1.126 Orang

Sebarkan artikel ini

PT Yihong Novatex Resumes Hiring, 800–900 Former Employees Return to Work After 1,126 Layoffs

PT Yihong Novatex

CIREBON — Aktivitas ketenagakerjaan di PT Yihong Novatex Indonesia, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menunjukkan pemulihan setelah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.126 pekerja pada Maret 2025.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan sekitar 800 hingga 900 pekerja yang sebelumnya berhenti bekerja kini telah kembali aktif di perusahaan tersebut.

Menurut Novi, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator adanya pemulihan aktivitas perusahaan sekaligus membaiknya hubungan industrial antara manajemen dan pekerja.

“Dengan adanya hubungan bipartit yang baik, sebelum sampai ke Disnaker sudah dilakukan evaluasi-evaluasi. Khususnya di Yihong ada perbaikan di manajemen dan perbaikan di teman-teman pekerja melalui serikat pekerja,” kata Novi.

Ia menjelaskan, Disnaker Kabupaten Cirebon memiliki fungsi tripartit dalam memfasilitasi komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan pemberi kerja ketika terjadi persoalan hubungan industrial.

BACA JUGA:  Indonesia Siapkan Pabrik Gula Fleksibel Ala Brasil untuk Dukung Program Bioetanol E10–E20

Namun, penyelesaian masalah diupayakan terlebih dahulu melalui mekanisme bipartit di tingkat perusahaan sebelum melibatkan pemerintah.

Pemulihan aktivitas Yihong Novatex juga terlihat dari dibukanya kembali kebutuhan tenaga kerja baru. Menurut Novi, proses rekrutmen perusahaan saat ini telah mencapai lebih dari 60 persen dari total target kebutuhan tenaga kerja.

Dengan capaian tersebut, peluang perekrutan masih terbuka secara bertahap mengikuti perkembangan operasional perusahaan. Lowongan tidak hanya ditujukan bagi pekerja berpengalaman, tetapi juga terbuka bagi pencari kerja baru atau fresh graduate.

“Dengan capaian tersebut, peluang perekrutan masih terbuka secara bertahap mengikuti perkembangan operasional perusahaan. Lowongan juga tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja berpengalaman, tetapi terbuka bagi pencari kerja baru atau fresh graduate,” ujar Novi.

Tahapan seleksi berikutnya, termasuk proses wawancara, juga dapat dilakukan secara daring. Novi menegaskan seluruh proses rekrutmen tersebut tidak dipungut biaya.

“Seratus persen gratis,” tegasnya.

Pernah PHK 1.126 Pekerja

Kondisi Yihong Novatex saat ini berbeda jauh dibandingkan situasi pada Maret 2025. Ketika itu, perusahaan melakukan PHK terhadap 1.126 pekerja dalam salah satu gelombang PHK terbesar di Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA:  Ford Matangkan Rencana Produksi Lokal di Indonesia, Target Perakitan Kendaraan Dimulai 2028

PHK tersebut terjadi setelah muncul persoalan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan. Perselisihan sebelumnya diwarnai aksi mogok kerja serta tuntutan pekerja terkait kebijakan perusahaan terhadap anggota serikat pekerja.

Pengumuman PHK pada 10 Maret 2025 kemudian memicu aksi protes dari kalangan buruh. Sehari setelah pengumuman, para pekerja mendatangi Kantor Bupati Cirebon untuk menyampaikan keberatan dan meminta agar mereka kembali dipekerjakan.

Pada saat itu, perusahaan menyampaikan bahwa penurunan jumlah pesanan dan gangguan operasional menjadi salah satu alasan di balik keputusan PHK.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah daerah dan ditangani melalui mekanisme hubungan industrial.

Kini, dengan kembali aktifnya ratusan pekerja dan dibukanya rekrutmen baru, kondisi perusahaan menunjukkan perkembangan positif.

BACA JUGA:  Ketua Serikat Pekerja Perusahaan Elektronik di Cikarang Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Kekerasan Seksual

Novi menilai situasi tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya peluang bagi PT Yihong Novatex Indonesia untuk memperluas kegiatan usahanya di Kabupaten Cirebon.

Ia berharap manajemen dan pekerja terus menjaga komunikasi serta hubungan industrial yang kondusif agar keberlangsungan perusahaan dan lapangan pekerjaan dapat dipertahankan.

“Masih perlu ekspansi lagi ke depan,” kata Novi.

(Sumber : bisnis.com)