Daerah

PHK Ratusan Pekerja Jadi Perhatian, 100 Ojol Perempuan Semarang Terima Bantuan

88
×

PHK Ratusan Pekerja Jadi Perhatian, 100 Ojol Perempuan Semarang Terima Bantuan

Sebarkan artikel ini

Mass Layoffs Draw Attention as 100 Female Online Motorcycle Taxi Drivers in Semarang Receive Aid

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Warisan Cinta Community memberikan bantuan kepada 100 pengemudi ojol perempuan di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang-idntimes.com

SEMARANG — Tekanan ekonomi dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada kelompok pekerja rentan di Kota Semarang mendapat perhatian Pemerintah Kota Semarang. Perlindungan sosial tidak hanya diarahkan kepada pekerja formal, tetapi juga menyasar pekerja sektor informal dan ekonomi berbasis platform digital, termasuk pengemudi ojek online (ojol) perempuan.

Sebanyak 100 pengemudi ojol perempuan menerima bantuan sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama Warisan Cinta Community di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi momentum peluncuran Warisan Cinta Community. Komunitas ini menghimpun pengusaha perempuan serta istri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang.

Namun, kegiatan sosial tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan. Agustina mendorong Warisan Cinta Community turut mengambil bagian dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Menurut Agustina, PHK menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama karena dampaknya tidak berhenti pada pekerja yang kehilangan pekerjaan. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya berharap kehadiran komunitas ini dapat menjadi salah satu ruang untuk bersama-sama memikirkan isu ketenagakerjaan kita, termasuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak PHK agar dampaknya bisa kita ringankan bersama,” ujar Agustina.

Dorongan tersebut muncul di tengah persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi Kota Semarang akibat PHK yang menimpa ratusan pekerja pabrik.

BACA JUGA:  Viral Pasutri ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur dalam Aksi Asusila

Bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan, berakhirnya hubungan kerja dapat memunculkan persoalan baru, mulai dari hilangnya penghasilan, pemenuhan kebutuhan keluarga, akses layanan kesehatan, hingga keberlanjutan perlindungan sosial.

Ojol Perempuan Masuk Kelompok Pekerja Rentan

Pemberian bantuan kepada 100 pengemudi ojol perempuan juga menjadi gambaran perhatian terhadap kelompok pekerja yang menghadapi kerentanan ekonomi.

Pekerja sektor informal dan pekerja berbasis platform digital memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pekerja formal. Mereka tidak berada dalam struktur hubungan kerja perusahaan yang sama seperti pekerja formal, sehingga akses terhadap perlindungan sosial dan jaminan ketenagakerjaan menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, Pemkot Semarang terus mendorong perluasan akses terhadap layanan kesehatan dan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

BACA JUGA:  Buruh Tani Lansia Asal Malang Bahagia Bertemu Presiden Prabowo di Panen Raya Tebu

Agustina mengatakan Pemkot Semarang terus memperluas kepesertaan Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Hingga April 2026, pemerintah kota telah membayarkan premi bagi 9.000 pekerja rentan. Selain itu, melalui Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, sebanyak 4.153 aparatur sipil negara (ASN) ikut membantu membiayai perlindungan bagi 8.879 pekerja rentan lainnya.

“Kesehatan dan perlindungan pekerja menjadi perhatian penting kami. Hingga April 2026, premi telah dibayarkan bagi 9.000 pekerja rentan,” kata Agustina.

Dunia Usaha Didorong Ikut Menanggung Risiko Sosial

Peluncuran Warisan Cinta Community turut mendapat dukungan dari RS Telogorejo dan CIMB. Keterlibatan dunia usaha tersebut diharapkan dapat memperluas sumber daya dan jejaring dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.

Agustina menilai pemerintah tidak dapat menangani seluruh persoalan sosial dan ketenagakerjaan seorang diri. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar perlindungan sosial dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Kita sedang berusaha membangun sebuah komunitas untuk menggerakkan banyak orang melakukan sesuatu bagi Kota Semarang. Itulah niat dari Warisan Cinta Community,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kepada ojol perempuan merupakan bagian dari upaya yang lebih besar dalam membangun jejaring perlindungan masyarakat.

BACA JUGA:  Jajaki Pasar Indonesia, Produsen Motor Listrik Raksasa China Sunra Bangun Pabrik di Kendal

Di satu sisi, pekerja informal membutuhkan akses terhadap jaminan sosial dan layanan kesehatan. Di sisi lain, pekerja formal yang terkena PHK juga menghadapi risiko kehilangan penghasilan serta meningkatnya beban ekonomi keluarga.

Melalui kolaborasi dengan komunitas dan dunia usaha, Pemkot Semarang berharap jejaring perlindungan bagi pekerja rentan dapat terus diperluas.

“Gotong royong ini harus terus kita jaga. Dengan semangat kebersamaan ini, Warisan Cinta Community dan Pemerintah Kota Semarang dapat terus berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” pungkas Agustina.

(Sumber : idntimes.com)