Daerah

OJK Cirebon Dorong Pekerja Migran Indramayu Bijak Kelola Keuangan demi Masa Depan

83
×

OJK Cirebon Dorong Pekerja Migran Indramayu Bijak Kelola Keuangan demi Masa Depan

Sebarkan artikel ini

OJK Cirebon Urges Indramayu Migrant Workers to Manage Their Finances Wisely for a Better Future

Pemerintah juga mendorong program SMK Go Global yang menargetkan penyiapan 500.000 calon PMI terampil hingga 2029-FOTO ILUSTRASI AI

INDRAMAYU – Sebanyak 21.182 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu diberangkatkan ke luar negeri sepanjang tahun 2025. Menyikapi tingginya angka pemberangkatan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong para PMI untuk mengelola penghasilan mereka secara bijak agar tidak hanya habis untuk kebutuhan harian keluarga, tetapi juga dapat dijadikan modal usaha serta sumber pendapatan berkelanjutan setelah kembali ke tanah air.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa perluasan peluang kerja internasional harus diimbangi dengan peningkatan literasi dan akses keuangan bagi para pekerja migran. Langkah ini penting agar PMI mampu merencanakan keuangan, memilih layanan keuangan formal, serta memitigasi risiko ekonomi setelah masa kerja di luar negeri berakhir.

“Perluasan peluang kerja bagi PMI perlu diiringi dengan kesiapan dalam mengelola penghasilan dan merencanakan masa depan keuangan,” ujar Agus, Jumat (16/10/2026).

Agus menambahkan, OJK Cirebon terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan guna memperluas pemahaman PMI mengenai produk serta layanan keuangan formal, termasuk alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, pendapatan selama bekerja di luar negeri dapat direncanakan untuk mendukung kegiatan produktif ketika pekerja kembali ke kampung halaman,” jelasnya.

Konteks Sosial Ekonomi Indramayu

BACA JUGA:  Lestari Moerdijat Dorong Revisi UU TPPO untuk Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, selain memberangkatkan 21.182 PMI pada 2025, daerah tersebut mencatat:

  • Tingkat Pengangguran Terbuka: 6,47%
  • Persentase Penduduk Miskin: 11,02%

Data ini menggambarkan latar belakang sosial ekonomi kawasan tersebut, meski indikator penempatan PMI, pengangguran, dan kemiskinan tidak secara langsung menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Dukungan Program Nasional

Di tingkat nasional, pemerintah terus memperkuat kapasitas dan pelindungan pekerja migran melalui berbagai program strategis, di antaranya:

  • Program SMK Go Global: Menargetkan penyiapan 500.000 calon PMI terampil hingga tahun 2029, yang terdiri atas 300.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 200.000 peserta dari masyarakat umum.
  • Kerja Sama Internasional: Memperkuat kerja sama penempatan dan pelindungan PMI dengan negara mitra seperti Portugal, Malaysia, dan Jepang guna memperluas akses peluang kerja global. (Sumber : Bisnis.com)
BACA JUGA:  Pemprov Kalbar Dorong Pembentukan Desa Migran Emas untuk Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dan Kesejahteraan Keluarga