TULANG BAWANG — Kebakaran melanda kawasan bedeng pekerja PT SIL di Kilometer 8, Kabupaten Tulang Bawang, pada pagi hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu mengakibatkan satu kopel yang terdiri dari 10 pintu terdampak.
Api dengan cepat merambat karena bangunan bedeng sebagian besar berbahan kayu. Kesigapan para penghuni bersama petugas pemadam kebakaran PT SIL berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan lainnya.
Sebanyak dua unit mobil pemadam dan tiga unit traktor PMK milik PT SIL dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp180 juta.
Pamapta III Polres Tulang Bawang IPDA Fajar Syafriandi, S.H., M.H., mengatakan personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi. Polisi juga memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.
“Kami memastikan lokasi telah aman, melakukan pendataan terhadap penghuni terdampak dan kerugian, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab kebakaran. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik,” ujar IPDA Fajar Syafriandi.
Pasca-kebakaran, para penghuni yang terdampak untuk sementara dievakuasi ke Masjid Al Mutaqin, Bedeng PT SIL KM 8. Evakuasi dilakukan sembari petugas melakukan pendataan serta memantau kebutuhan para penghuni.
Polres Tulang Bawang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang dapat dipicu korsleting maupun gangguan pada instalasi listrik.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi. Masyarakat dapat memanfaatkan Call Center Polri 110 sebagai layanan panggilan cepat untuk melaporkan gangguan keamanan maupun keadaan darurat,” tegasnya.
Layanan 110 Polres Tulang Bawang menjadi salah satu akses cepat bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan kepolisian dalam situasi darurat. Polisi mengingatkan warga agar segera menghubungi layanan tersebut apabila membutuhkan kehadiran personel di lapangan.
(Sumber : TribrataNews.com)











