Daerah

Ahmad Luthfi Apresiasi Kontribusi Buruh hingga Petani dalam Pembangunan Jawa Tengah

82
×

Ahmad Luthfi Apresiasi Kontribusi Buruh hingga Petani dalam Pembangunan Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini

Ahmad Luthfi Appreciates Contributions of Workers and Farmers to Central Java’s Development

Upacara Hari Jadi ke-81 Jateng-Radartegal.com

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, mulai dari petani, buruh, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas.

Apresiasi tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul, Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ahmad Luthfi mengatakan dirinya bersama Taj Yasin telah memimpin Jawa Tengah selama 545 hari. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak terlepas dari kerja sama seluruh masyarakat.

“Ini sudah 545 hari menemani panjenengan sedoyo. Saya dengan Gus Yasin untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam upacara tersebut, perwakilan petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan penyandang disabilitas turut hadir. Mereka menjadi simbol keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam pembangunan Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Banyak kontribusi masyarakat yang tidak selalu terlihat ataupun tercatat, tetapi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya,” ujarnya.

Petani Jadi Penyangga Pangan Nasional

Ahmad Luthfi secara khusus memberikan penghargaan kepada para petani yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Tengah sekaligus menopang kebutuhan pangan nasional.

BACA JUGA:  Pembangunan Exit Tol Temanggung Diproyeksikan Dongkrak Investasi dan Penyerapan Kerja

Produksi padi Jawa Tengah pada 2025 disebut mencapai sekitar 9,39 juta ton. Sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.

Menurut Ahmad Luthfi, kerja keras petani harus diikuti dengan keseriusan pemerintah dalam menjalankan pembangunan hingga tingkat desa.

“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegasnya.

Kontribusi masyarakat di berbagai sektor juga dinilai ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, sementara sekitar 460 ribu penduduk tercatat mendapatkan pekerjaan.

Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,80 persen, sedangkan persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.

BACA JUGA:  KBPBI Tak Berencana Demo Besar Agustus, Fokus Kawal RUU Ketenagakerjaan

Pendidikan dan Kesehatan Terus Diperkuat

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melanjutkan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Di sektor pendidikan, pemerintah menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta. Beasiswa juga diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin.

Selain itu, sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.

Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat.

Sementara pada sektor perumahan, pemerintah mencatat telah menyelesaikan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.

Dukungan terhadap program pemerintah pusat juga terus dilakukan. Program Makan Bergizi Gratis disebut telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan total 1.275 siswa. Pemerintah juga mencatat telah terbentuk 8.523 Koperasi Desa Merah Putih, dengan 6.271 unit di antaranya telah beroperasi.

BACA JUGA:  Dugaan Upah di Bawah UMP dan Iuran BPJS Tak Dibayar, BEM Fakultas Universitas Muhammadiyah Buton Desak Investigasi

Lanjutkan Pembangunan dengan Semangat Kebersamaan

Ahmad Luthfi menegaskan, berbagai capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah. Menurutnya, kemajuan Jawa Tengah merupakan hasil kontribusi masyarakat yang bekerja di berbagai sektor.

“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Memasuki usia ke-81, pembangunan Jawa Tengah disebut merupakan hasil estafet kepemimpinan dari 15 gubernur sebelumnya. Setiap periode pemerintahan menghadapi tantangan dan persoalan yang berbeda.

Karena itu, semangat “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji” diharapkan menjadi energi untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Ahmad Luthfi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun, ia optimistis semangat kebersamaan akan mampu mempercepat pembangunan Jawa Tengah pada tahun-tahun mendatang.

“Memang belum banyak capaian yang bisa kami berikan, tapi saya yakin dengan tekad gumregut dan nyawiji akan banyak hal yang dapat kita capai di tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya.

(Sumber : radartegal.com)