Daerah

Penumpang BRT Trans Semarang Mengaku Dimaki dan Diancam, Petugas Berujung PHK

75
×

Penumpang BRT Trans Semarang Mengaku Dimaki dan Diancam, Petugas Berujung PHK

Sebarkan artikel ini

Trans Semarang BRT Passenger Claims to Have Been Insulted and Threatened, Staff Member Fired

Manajemen Trans Semarang menindak pegawai yang membentak penumpang. (Foto Dok. InstagramTrans Semarang)

SEMARANG – Keluhan seorang penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang viral di media sosial setelah mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari petugas. Penumpang tersebut menyebut adiknya dimaki hingga mendapat ancaman saat berada di dalam armada.

Keluhan itu disampaikan melalui pesan langsung atau direct message (DM) kepada akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang. Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet.

Dalam pesannya, penumpang mengaku adiknya hendak menggunakan layanan BRT Trans Semarang dari Halte Milo pada Jumat (26/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Menurutnya, sang adik telah menunggu selama kurang lebih satu jam. Namun, bus yang melintas disebut tidak berhenti di halte tersebut.

Adiknya kemudian meminta bantuan melalui layanan pusat Trans Semarang. Setelah itu, sebuah armada disebut kembali berhenti di Halte Milo.

Namun, persoalan justru terjadi setelah adiknya berada di dalam bus.

“Setelahnya ketika ada Trans Semarang lewat memang berhenti di Halte Milo, namun di dalam armada adik saya dimaki-maki dengan kata-kata anjing,” tulis penumpang dalam pesan tersebut.

Selain mengaku dimaki, penumpang tersebut juga menyebut uang Rp50 ribu milik adiknya tidak dikembalikan. Bahkan, petugas disebut membuang uang tersebut.

“Uang Rp50 ribu tidak dikembalikan, dibuang oleh petugas Trans Semarang, Kak. Di dalam armada adik saya diancam untuk tidak lagi naik Trans Semarang,” tulisnya.

Ia juga mengklaim adiknya mendapat ancaman agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Perhubungan maupun akun resmi Trans Semarang.

“Jika melaporkan ke Dishub atau akun Trans Semarang, adik saya akan dicari oleh petugasnya,” lanjutnya.

Petugas Sampaikan Permohonan Maaf

Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pihak Trans Semarang. Petugas BRT bernama Ikbal Nasihin menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @transsemarang.

Dalam video tersebut, Ikbal mengakui pelayanan yang diberikannya kepada penumpang tidak ramah. Ia juga menyatakan siap menerima sanksi dari perusahaan.

“Perkenalkan, nama saya Ikbal Nasihin, petugas tiket di armada Koridor 1 Bus SGO 1. Bahwasanya saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ucap Ikbal dalam video yang dikutip Indoraya.News, Minggu (27/9/2026).

“Bahwasanya saya tidak ramah dalam melayani penumpang Koridor 1 dan saya siap menerima sanksi dari perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Demo Buruh PT Galaxy Wood Jebol Pagar DPRD Lampung Selatan, Massa Tuntut Pemenuhan Hak Pekerja

Petugas Dikenai Sanksi PHK

Buntut kejadian tersebut, manajemen Trans Semarang mengambil tindakan terhadap petugas yang bersangkutan.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan Ikbal dikenai hukuman disiplin berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pelayanan yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Terkait laporan pelayanan petugas Koridor 1 SGO.1 yang tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), Manajemen Trans Semarang telah menindak tegas petugas bersangkutan dengan hukuman disiplin berupa Pengakhiran Hubungan Kerja,” kata Haris, Minggu (27/9/2026).

Haris menyebut keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan SK Kepala BLU UPTD Trans Semarang Nomor 800/4223/IX/2026 tertanggal 26 September 2026.

Manajemen Trans Semarang juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas kejadian tersebut.

“Manajemen BLU UPTD Trans Semarang mohon maaf atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Haris menambahkan, manajemen langsung memanggil petugas yang bersangkutan pada malam hari setelah kejadian untuk meminta klarifikasi.

“Dilanjutkan pemeriksaan hari ini,” katanya.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut kualitas pelayanan transportasi umum sekaligus tindakan disiplin terhadap petugas yang berhadapan langsung dengan penumpang.  (Sumber : indoraya.news)

BACA JUGA:  Kunci Masih Menempel, Motor Buruh Harian di Palembang Raib Digondol Pencuri