Daerah

Korban PHK di Jambi Bisa Dapat Kuota Khusus Pelatihan Vokasi Nasional

80
×

Korban PHK di Jambi Bisa Dapat Kuota Khusus Pelatihan Vokasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Jambi Layoff Victims Eligible for Special Quotas in National Vocational Training Program

Pelatihan Warga terPHK - jektvnews

JAMBI — Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jambi mendapat kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional guna meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri kembali memasuki dunia kerja.

Pelaksana Pemberdayaan Satuan Pelayanan Pemberdayaan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Jambi, Abdallah, mengatakan program pelatihan tersebut terbuka tidak hanya bagi lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga bagi pekerja yang terkena PHK.

Hal itu disampaikan Abdallah pada Selasa (8/9/2026). Menurut dia, korban PHK dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk lulusan sarjana, dapat mengikuti program tersebut.

“Korban-korban PHK itu bisa jadi peserta pelatihan kita. Kalau ada dokumen PHK-nya, tinggal mendaftarkan. Bahkan bisa kita kasih kuota khusus,” ujar Abdallah.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan korban PHK untuk melakukan reskilling, yakni mempelajari keterampilan baru yang dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan kembali maupun membuka usaha secara mandiri.

BACA JUGA:  Buruh Wanita Tewas Terbakar di Pos Ronda Demak, Polisi Tangkap Pria Diduga Pelaku

Menurut Abdallah, keterampilan yang diberikan tidak harus selalu berkaitan dengan pekerjaan sebelumnya. Pekerja yang sebelumnya bekerja di bidang administrasi, misalnya, dapat mengikuti pelatihan keterampilan digital atau beralih ke bidang teknis lainnya.

“Misalnya dari tenaga administrasi, ikut pelatihan digital. Atau mungkin mau jadi teknisi HP dan buka usaha setelah di-PHK, kita kasih kesempatan,” katanya.

Kesempatan serupa juga terbuka bagi pekerja perempuan yang ingin mengembangkan keterampilan di luar bidang pekerjaan sebelumnya. Salah satu contohnya adalah pekerja administrasi yang memilih mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue sebagai bekal untuk memulai usaha.

Abdallah menilai pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu masyarakat yang terdampak PHK menghadapi perubahan kondisi ketenagakerjaan.

BACA JUGA:  Program Sekolah Gratis Banten Ringankan Beban Buruh Harian, Buka Harapan Baru bagi Pendidikan Anak

Dengan memperoleh keterampilan baru, para korban PHK diharapkan tidak hanya memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja, tetapi juga mampu menciptakan sumber penghasilan melalui usaha mandiri.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan, pelatihan vokasi dapat menjadi kesempatan untuk mengubah keterampilan yang dimiliki sekaligus membuka peluang baru setelah PHK.

(Sumber : JEKTVNEWS.COM)