Daerah

FSP NIBA KSPSI Pembaruan Gelar Rakernas 2026, Perkuat Konsolidasi dan Perlindungan Hak Pekerja

177
×

FSP NIBA KSPSI Pembaruan Gelar Rakernas 2026, Perkuat Konsolidasi dan Perlindungan Hak Pekerja

Sebarkan artikel ini

FSP NIBA KSPSI Pembaruan Holds 2026 National Working Meeting, Strengthens Consolidation and Protection of Workers’ Rights

FSB NIBA KSPSI Pembaruan Pimpinan Prawoto Gelar’ Rakernas 2026- Foto istimewa

TANGERANG SELATAN — Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan (FSP NIBA KSPSI P) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di All Nite and Day Hotel Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026.

Rakernas tersebut digelar sebagai momentum evaluasi program kerja sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dan menyusun langkah perjuangan dalam mengawal hak serta kesejahteraan pekerja di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran serikat pekerja sebagai mitra strategis dalam membangun hubungan industrial yang harmonis serta mendukung pembangunan bangsa menuju masyarakat yang sejahtera.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, turut hadir dan membuka Rakernas tersebut. Hadir pula Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudarajat serta para ketua umum federasi serikat pekerja anggota KSPSI di Provinsi Banten.

Ketua Umum FSP NIBA KSPSI Pembaruan, Prawoto, S.H., M.H., mengatakan Rakernas 2026 merupakan Rakernas perdana yang diselenggarakan organisasinya sejak terbentuk pada 2023.

Menurutnya, sejumlah agenda penting dibahas dalam Rakernas, mulai dari evaluasi program kerja periode 2023-2026, pembahasan peraturan organisasi, hingga penetapan sekretaris umum yang baru.

“Rakernas ini yang perdana kita laksanakan untuk membahas beberapa agenda, pastinya tentang evaluasi program kerja selama 2023 sampai 2026. Selain perumusan, ada juga pengunduran diri dari sekretaris umum, sehingga kita tetapkan sekretaris umum yang baru,” kata Prawoto

Ia menambahkan, Rakernas juga membahas sejumlah aturan internal organisasi, termasuk mengenai iuran anggota dan administrasi organisasi.

BACA JUGA:  HUT ke-81 RI, ASPIRASI Desak Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja dan Hentikan PHK Massal

Selain konsolidasi internal, Prawoto menilai penguatan sinergi tripartit antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah menjadi salah satu tantangan organisasi ke depan. Menurut dia, komunikasi dan audiensi ketenagakerjaan perlu terus dibangun di berbagai wilayah untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Target Perluas Organisasi ke Seluruh Indonesia

Prawoto menjelaskan, sejak berdiri pada 2023, FSP NIBA KSPSI Pembaruan telah membentuk kepengurusan di sejumlah provinsi.

Wilayah tersebut antara lain Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Bali, Sulawesi Selatan, Riau, dan Sulawesi Barat.

Ia mengatakan, salah satu pekerjaan rumah terbesar organisasi adalah memperluas kepengurusan hingga seluruh provinsi di Indonesia, termasuk membentuk struktur di tingkat cabang dan perusahaan.

“FSP NIBA KSPSI Pembaruan ini baru terbentuk dari 2023. Pastinya tantangannya adalah bagaimana kami bisa membentuk di seluruh Indonesia, dari tingkatan provinsi sampai tingkat pengurus cabang maupun di tingkat perusahaan,” ujar Prawoto.

Menurutnya, perluasan organisasi harus terus dilakukan agar semakin banyak pekerja sektor niaga, bank, jasa, dan asuransi yang memiliki wadah untuk memperjuangkan hak dan kepentingannya.

BACA JUGA:  Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Perlu Dievaluasi, KSPSI MJH Soroti Keadilan bagi Pekerja

Persiapan Munas 2028

Rakernas 2026 juga menjadi bagian dari persiapan organisasi menuju Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan berlangsung pada 2028.

Prawoto berharap konsolidasi yang dilakukan di tengah periode kepengurusan tersebut dapat memperkuat soliditas dan solidaritas antarpekerja serta meningkatkan kinerja pengurus daerah.

“Periode kita dari 2023 sampai 2028, maka Munas kita nantikan di 2028. Kita laksanakan Rakernas di pertengahan kepengurusan karena organisasi ini baru terbentuk. Koordinasi dan konsolidasi pengurus baru bisa kita laksanakan sekarang,” katanya.

Ia berharap kepengurusan yang sudah terbentuk dapat terus mengembangkan organisasi hingga ke tingkat perusahaan, termasuk memperbanyak Pengurus Unit Kerja (PUK).

Minta Pengusaha Membuka Diri

Prawoto juga menyampaikan pesan kepada kalangan pengusaha agar membuka ruang komunikasi dengan serikat pekerja.

BACA JUGA:  Wamenaker: Ijazah Tak Lagi Cukup, Kompetensi Jadi Kunci Masuk Dunia Kerja

Menurutnya, serikat pekerja dapat menjadi wadah komunikasi resmi bagi pekerja dan perusahaan untuk menyampaikan aspirasi, membahas persoalan ketenagakerjaan, serta mencari penyelesaian secara musyawarah.

Ia menilai keterbukaan perusahaan terhadap serikat pekerja dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, termasuk dalam meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas operasional, dan menciptakan suasana kerja yang kondusif.

“Harapan kami, para pengusaha baik di tingkat nasional, pusat maupun daerah dapat mengetahui bahwa FSP NIBA KSPSI Pembaruan bisa diterima di masing-masing perusahaan. Jadi kita berharap semua pengusaha bisa membuka diri,” tegasnya.

Ajak Pekerja Bergabung

Prawoto turut mengajak pekerja yang bergerak di sektor niaga, bank, jasa, dan asuransi untuk bergabung dalam organisasi serikat pekerja.

Ia menilai keberadaan serikat pekerja penting untuk memastikan pekerja memiliki saluran aspirasi serta mendapatkan perlindungan dan kepastian dalam hubungan kerja.

“Untuk para pekerja yang bergerak di sektor itu, harapan kami, yuk bareng-bareng kita berorganisasi. Setidaknya dengan bergabung di dalam organisasi ini kita mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan secara hukum untuk mendapatkan kesejahteraan dan keadilan di tempat masing-masing bekerja,” pungkas Prawoto.

@kg_krd