Internasional

Merger Paramount Skydance–Warner Bros Discovery Picu Ancaman PHK Massal di Los Angeles

92
×

Merger Paramount Skydance–Warner Bros Discovery Picu Ancaman PHK Massal di Los Angeles

Sebarkan artikel ini

Paramount Skydance–Warner Bros Discovery Merger Sparks Massive Layoff Concerns in Los Angeles

ILUSTRASI - Merger Paramount - Warner Bros

LOS ANGELES – Penggabungan usaha antara Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery senilai 111 miliar dolar AS diperkirakan akan memangkas 4.500 lapangan kerja di Los Angeles dalam kurun tiga tahun. Laporan dari CVL Economics menyebutkan, kesepakatan raksasa ini berpotensi menghapus pendapatan upah pekerja hingga 1,26 miliar dolar AS.

Dampak ke Industri Sinema

Industri film Los Angeles yang sudah mengalami kontraksi kini menghadapi ancaman lebih besar. Konsolidasi dua studio raksasa ini diperkirakan mempercepat hilangnya mata pencaharian warga lokal.

“Ekonomi film dan televisi di Los Angeles County telah mengalami kontraksi struktural yang signifikan,” tulis laporan tersebut, dikutip dari LA Times, Jumat (21/8/2026).

Penolakan Hukum dan Serikat Pekerja

Pemerintah California memimpin koalisi 12 negara bagian untuk memblokir merger melalui jalur hukum antimonopoli. Persidangan pembatalan merger dijadwalkan pada Maret mendatang. Selain itu, Serikat Penulis Amerika (WGA) juga melayangkan gugatan hukum terpisah, menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja massal.

BACA JUGA:  32 Delegasi KSPSI Jumhur Hidayat Hadiri Pertemuan ILC Ke-114 di Jenewa, Swiss

Kajian dari Departemen Kesempatan Ekonomi setempat memetakan lebih dari 15.000 posisi korporat dalam kondisi terancam, dengan 2.495 di antaranya berada di Los Angeles. Penumpukan fungsi kerja terjadi di saluran TV kabel, studio film, platform digital, hingga lini pemasaran.

Efek Domino ke Usaha Kecil

Laporan menegaskan bahwa dampak merger tidak hanya menimpa pekerja studio, tetapi juga kru, vendor, dan usaha kecil penyedia jasa produksi. Sektor pendukung industri kreatif ikut merasakan tekanan akibat efisiensi usaha.

Argumen Paramount

Manajemen Paramount menilai penggabungan ini justru penting untuk menyelamatkan industri hiburan. Mereka berjanji berinvestasi 30 miliar dolar AS per tahun untuk produksi dan merilis 30 film setiap tahun.

“Industri kita sedang menurun, produksi menurun dan lapangan kerja hilang — dan hilang untuk selamanya jika kita tidak bertindak,” tegas Paramount.

Risiko Utang dan Pajak

Skema akuisisi mensyaratkan peningkatan utang hingga 82 miliar dolar AS. Laporan memperingatkan bahwa jika target penghematan gagal tercapai, tekanan untuk pemangkasan biaya tambahan akan meningkat. Pada kuartal II-2026, kedua perusahaan mencatat pendapatan operasional gabungan 712 juta dolar AS, namun beban bunga mencapai 737 juta dolar AS.

BACA JUGA:  Indonesia dan Portugal Targetkan Penandatanganan MoU Penempatan Pekerja Migran pada Oktober 2026

Selain menekan tenaga kerja, merger ini juga berpotensi memangkas penerimaan pajak daerah hingga 547 juta dolar AS, termasuk 78,6 juta dolar AS dalam bentuk pajak lokal.

Ketidakpastian Iklim Kerja

Walikota Los Angeles Karen Bass mendesak penyelesaian segera agar iklim kerja tidak semakin terpuruk. Namun, pernyataannya menuai kritik dari WGA yang menilai sikap Bass terlalu memihak kepentingan korporasi besar.

Sejak 2022, Los Angeles telah kehilangan lebih dari 50.000 lapangan kerja di sektor media. Pemindahan proyek film ke luar wilayah demi efisiensi biaya semakin memperburuk kondisi tenaga kerja lokal.

(Sumber : suara.com)