Daerah

Buruh Pabrik di Karawang Somasi Rumah Sakit, Diduga Kasa Tertinggal Usai Operasi Sinusitis

101
×

Buruh Pabrik di Karawang Somasi Rumah Sakit, Diduga Kasa Tertinggal Usai Operasi Sinusitis

Sebarkan artikel ini

Karawang Factory Worker Sues Hospital, Alleging Gauze Was Left Behind After Sinusitis Surgery

Rumah sakit di Karawang. (Beritasatu.com)

KARAWANG — Seorang buruh pabrik, Nidia Saputri (38), melayangkan somasi kepada salah satu rumah sakit di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Somasi tersebut berkaitan dengan dugaan malapraktik setelah Nidia mengaku menemukan kain kasa tertinggal di dalam hidungnya pasca menjalani operasi sinusitis.

Somasi dilayangkan Nidia, warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Karawang, melalui kuasa hukumnya, Saeful. Pihak kuasa hukum menyatakan langkah tersebut ditempuh setelah Nidia mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan benda asing yang tertinggal di dalam hidungnya.

“Kami dari kuasa hukum dengan didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang sudah melayangkan somasi ke pihak rumah sakit, dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang dialami kliennya,” kata Saeful, Sabtu (15/8/2026).

Keluhan Muncul Beberapa Pekan Setelah Operasi

Nidia menuturkan, sebelum menjalani operasi, dirinya didiagnosis mengalami gangguan pada saluran pernapasan berupa sinusitis. Ia kemudian menjalani tindakan operasi di rumah sakit tersebut.

BACA JUGA:  BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan PEKA, Dorong Keluarga Pekerja Bangkit dan Mandiri

Namun, setelah operasi, Nidia mengaku tidak mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit maupun dokter mengenai adanya kain kasa yang tertinggal di dalam hidungnya.

Ia mengatakan, setelah menjalani operasi, dirinya hanya diminta kembali untuk menjalani kontrol sekitar tujuh hari kemudian.

“Setelah kontrol, dokter tidak melakukan apa-apa. Cuma bilang, nanti kalau kontrol jangan ke saya, ke dokter yang lain saja,” ujar Nidia.

Menurut Nidia, kondisi tersebut kemudian berlanjut. Sekitar satu bulan dua minggu setelah operasi, ia kembali merasakan sakit pada bagian hidung.

Keluhan tersebut semakin parah. Hidungnya disebut sempat mengeluarkan nanah disertai bau tidak sedap. Ia juga mengaku mengalami gangguan penglihatan yang membuat pandangannya menjadi kabur ketika rasa sakit semakin berat.

Diperiksa di Klinik Tempat Bekerja

Karena keluhan tidak kunjung membaik, Nidia kemudian memeriksakan kondisi kesehatannya di sebuah klinik tempat ia bekerja.

BACA JUGA:  Viral Pasutri ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur dalam Aksi Asusila

Dari pemeriksaan tersebut, Nidia mengaku mendapat informasi dari dokter bahwa rasa sakit yang dialaminya diduga berkaitan dengan adanya benda yang tertinggal di dalam hidung setelah operasi sebelumnya.

Ia kemudian disarankan kembali ke rumah sakit tempat dirinya menjalani operasi sinusitis.

Nidia pun kembali mendatangi rumah sakit tersebut untuk menjalani pemeriksaan.

“Saya kembali lagi ke rumah sakit. Awalnya diperiksa dan memang ada kain kassa yang tertinggal di dalam. Kemudian kassa itu dicabut, tetapi saat itu terjadi pendarahan, akhirnya pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan operasi ulang,” kata Nidia.

Kuasa Hukum Kumpulkan Dokumen Medis

Kuasa hukum Nidia, Saeful, menilai keberadaan benda asing yang diduga tertinggal di dalam tubuh pasien merupakan hal yang perlu ditelusuri secara serius.

Menurut dia, apabila memang terdapat benda asing yang tertinggal setelah tindakan operasi, kondisi tersebut semestinya dapat diketahui dalam proses pemeriksaan dan kontrol pasien.

BACA JUGA:  Paradoks Ketenagakerjaan di Jawa Barat: Pengangguran Tinggi, tetapi Sepi Peminat Pekerjaan Kasar

Saeful mengatakan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan sejumlah dokumen medis dan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara utuh rangkaian tindakan medis yang dijalani kliennya.

“Kami akan mengumpulkan sejumlah dokumen medis dan keterangan yang diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kelalaian dalam penanganan terhadap Nadia,” kata Saeful.

Ia menegaskan, pihaknya masih mendalami dugaan tersebut dan akan melihat hasil pemeriksaan maupun dokumen medis sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kasus ini pun masih berada pada tahap somasi dan pendalaman. Dugaan malapraktik terhadap pihak rumah sakit belum dapat dinyatakan terbukti sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan proses yang berwenang.

Pihak rumah sakit yang disomasi juga perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan mengenai tindakan medis yang dilakukan terhadap Nidia, termasuk terkait dugaan adanya kain kasa yang tertinggal di dalam hidung pasien.

(Sumber : Beritasatu.com)