Daerah

Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram

108
×

Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini

Susanah’s Home Taped Off After Going Viral as Woman Allegedly Paid Rp700,000 per Kilogram to Peel Onions

Penampakan rumah Susanah (38) di Cileungsi Bogor, Minggu (1682026). (TribunnewsBogor.com)

BOGOR — Rumah Susanah di Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tampak dipasangi garis polisi setelah namanya menjadi sorotan publik. Susanah sebelumnya disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp700.000 per kilogram.

Pantauan pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, potongan garis polisi berwarna kuning masih terlihat terikat di bagian atap teras rumah Susanah. Namun, garis tersebut tidak dipasang menutup seluruh bagian depan rumah.

Garis serupa juga terlihat dalam bentuk gulungan di sebuah bangunan warga yang berada di ujung gang menuju rumah Susanah. Bangunan tersebut biasa digunakan warga sebagai tempat berkumpul atau pos kamling.

Dipasang untuk Membatasi Kerumunan

Iis, istri Ketua RT setempat, menjelaskan bahwa pemasangan garis pembatas dilakukan beberapa hari sebelum Senin (17/8/2026). Saat itu, Susanah bersama suaminya, Didim, diketahui sedang berada di Jakarta.

Pemasangan tersebut merupakan hasil pembahasan perangkat lingkungan, mulai dari Ketua RW, kepala desa hingga kepala dusun. Langkah itu diambil karena rumah Susanah terus didatangi awak media setelah kisahnya viral.

“Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral,” kata Iis.

Menurutnya, pembatasan tersebut bukan berkaitan dengan perkara kriminal, melainkan untuk mengurangi kerumunan dan menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah yang ikut terdampak sorotan publik.

BACA JUGA:  Sarbumusi Kritis Kebijakan Cukai Tembakau, Ingatkan Ancaman bagi Buruh dan Maraknya Rokok Ilegal

Wartawan Diminta Koordinasi

Iis mengatakan, wartawan yang hendak melakukan peliputan di rumah Susanah diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat lingkungan.

Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan peliputan tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

Ia juga menyebut pemerintah, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), sempat melakukan pengambilan gambar di lokasi tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk memperketat pengaturan akses sementara di sekitar rumah Susanah.

Nama Susanah Disebut Prabowo

Susanah menjadi perhatian publik setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

BACA JUGA:  Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit Masih Jadi Fenomena Gunung Es

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan penghasilan sekitar Rp700.000 per kilogram.

“Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” ujar Prabowo.

Saat namanya disebut, Susanah tampak mengenakan pakaian adat dan berdiri di balkon Gedung Nusantara sambil mengatupkan tangan. Tayangan video mengenai dirinya juga ditampilkan dalam rangkaian pidato tersebut.

Namun, informasi mengenai upah Rp700.000 per kilogram kemudian memicu perbincangan luas di media sosial. Hingga kini, angka tersebut belum terverifikasi secara independen.

BACA JUGA:  Pabrik Isuzu Karawang Tembus Produksi 300 Ribu Unit, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Basis Ekspor Otomotif

Warga Sebut Susanah Bukan Pengupas Bawang

Narasi mengenai pekerjaan Susanah juga mendapat bantahan dari warga setempat. Iis mengatakan, profesi sebagai pengupas bawang tidak dikenal di lingkungan Kampung Ciuncal, khususnya RT 01.

“Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya,” kata Iis.

Menurut keterangan warga, Susanah sehari-hari diketahui bekerja membuat kain majun pada pagi hari. Pada siang hingga sore, ia bekerja mencuci ompreng di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, suaminya, Didim, disebut bekerja serabutan. Ia antara lain bekerja sebagai kuli bangunan dan menerima pekerjaan memperbaiki rumah warga.

Perbedaan antara informasi yang disampaikan dalam pidato Presiden dengan keterangan warga tersebut membuat sosok Susanah semakin menjadi perhatian publik. Di tengah sorotan itu, perangkat lingkungan memilih membatasi aktivitas di sekitar rumah untuk menjaga ketertiban sekaligus melindungi privasi keluarga.

(Sumber: kompas.com)