Daerah

Rumah Rubuh, Buruh Nasrudin dan Lima Anak Kini Menumpang di Rumah Paman

86
×

Rumah Rubuh, Buruh Nasrudin dan Lima Anak Kini Menumpang di Rumah Paman

Sebarkan artikel ini

House Collapses, Laborer Nasrudin and His Five Children Forced to Stay at Uncle’s Home

Musibah menimpa keluarga Nasrudin, seorang pekerja buruh yang tinggal di wilayah Dusun Bernung 1, Desa Bernung, Kabupaten Pesawaran-VIVA.co.id

PESAWARAN — Musibah menimpa keluarga Nasrudin, seorang buruh yang tinggal di Dusun Bernung 1, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal Nasrudin bersama lima anaknya rubuh pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Rumah tersebut sebagian besar berdinding geribik dan kini sudah tidak dapat ditempati. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, keluarga Nasrudin kehilangan tempat tinggal sekaligus hampir seluruh barang miliknya.

Untuk sementara, Nasrudin bersama kelima anaknya terpaksa menumpang di rumah pamannya. Kondisi ini membuat keluarga tersebut sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Nasrudin mengatakan, dirinya berharap bantuan dari pemerintah dan pihak terkait yang disebut telah mendapatkan persetujuan dapat segera direalisasikan. Menurutnya, kondisi keluarganya saat ini sudah masuk kategori darurat karena tidak lagi memiliki rumah untuk berlindung.

“Kami berharap bantuan yang sudah di-ACC bisa segera direalisasikan. Anak-anak sekarang masih menumpang di rumah paman. Kami sangat membutuhkan tempat tinggal karena rumah kami sudah tidak bisa ditempati,” ujar Nasrudin, Senin (25/8/2026).

Kepala Dusun Bernung 1, Ishaq, membenarkan kondisi yang dialami keluarga Nasrudin. Ia mengatakan, pada Senin (24/8/2026), perwakilan Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Baznas Pesawaran telah datang untuk melihat langsung kondisi rumah dan keluarga Nasrudin.

BACA JUGA:  Siswi Sekolah Rakyat Jadi Calon Paskibraka Nasional, Ismi Ulfaida Siap Kibarkan Merah Putih di Istana

Dari hasil kunjungan tersebut, pihak keluarga mendapat informasi bahwa bantuan untuk Nasrudin telah mendapatkan persetujuan atau di-ACC. Saat ini, keluarga hanya menunggu proses realisasi bantuan.

“Memang kemarin hari Senin sudah datang perwakilan dari Bupati Pesawaran dan juga dari Baznas Pesawaran. Mereka sudah melihat langsung kondisi rumah Nasrudin. Informasinya bantuan sudah di-ACC, tinggal menunggu realisasinya,” kata Ishaq.

Ishaq berharap bantuan tersebut dapat segera disalurkan karena kondisi keluarga Nasrudin cukup mendesak. Terlebih, Nasrudin harus menghidupi lima anak, sementara mereka kini masih menumpang di rumah keluarga.

“Kami berharap bantuan ini bisa segera turun karena kondisinya memang darurat. Rumah sudah rubuh dan anak-anak sekarang menumpang di rumah pamannya. Mudah-mudahan tidak perlu menunggu terlalu lama,” harapnya.

Berharap Bisa Kembali Berjualan Somay

Selain membutuhkan bantuan untuk tempat tinggal, Nasrudin juga berharap mendapatkan dukungan berupa modal usaha. Sebelum mengalami kesulitan ekonomi, ia pernah berjualan somay untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

BACA JUGA:  Tim SAR Temukan Dua Korban Kapal Pekerja Migran Tenggelam di Perairan Rupat

Namun, usaha tersebut berhenti karena keterbatasan modal. Nasrudin berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, dapat membantu menyediakan modal agar dirinya bisa kembali berjualan.

“Dulu saya jualan somay, tetapi sekarang tidak lagi karena terbentur modal. Kalau ada bantuan modal usaha, saya ingin kembali berjualan. Saya ingin bisa bekerja lagi dan menghidupi anak-anak dari usaha sendiri,” ungkap Nasrudin.

Bagi Nasrudin, bantuan tempat tinggal merupakan kebutuhan paling mendesak. Setelah rumahnya rubuh dan hampir seluruh barang miliknya hilang, ia bersama kelima anaknya kini hanya mengandalkan bantuan keluarga untuk sementara waktu.

Namun, ia juga berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi solusi sementara. Dukungan modal usaha dinilai penting agar dirinya dapat kembali mandiri dan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

BACA JUGA:  Ribuan Buruh PT BSA Datangi Polda Lampung, Minta Perlindungan Hukum Usai Fasilitas Kerja Terbakar

Keluarga Nasrudin kini masih menunggu realisasi bantuan yang disebut telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dan Baznas Pesawaran. Mereka berharap proses tersebut dapat dipercepat mengingat kondisi tempat tinggal yang sudah tidak layak dan kebutuhan keluarga yang semakin mendesak.

Bagi keluarga yang kehilangan rumah, bantuan yang datang tepat waktu bukan sekadar bantuan materi. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan untuk kembali memiliki tempat berteduh dan kesempatan untuk memulai kehidupan dari awal.

Nasrudin pun berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan atau penyediaan tempat tinggal. Ia juga ingin mendapatkan kesempatan untuk kembali bekerja melalui bantuan modal usaha sehingga dapat memenuhi kebutuhan kelima anaknya secara mandiri.

Kini, keluarga Nasrudin hanya bisa menunggu. Mereka berharap bantuan yang telah disebut mendapat persetujuan tersebut segera diwujudkan menjadi bantuan nyata agar keluarga buruh itu dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan perlahan bangkit dari musibah.

(Sumber : viva.co.id)