Daerah

PHK PT WIN Jadi Ujian Kesadaran Sosial, Sahabat Pena Dorong Pers melalui Lomba Jurnalistik

100
×

PHK PT WIN Jadi Ujian Kesadaran Sosial, Sahabat Pena Dorong Pers melalui Lomba Jurnalistik

Sebarkan artikel ini

PT WIN Layoffs Put Social Awareness to the Test, as Sahabat Pena Promotes Journalism through Writing Competition

Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M

KENDARI — Krisis pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penghentian aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) tidak hanya menjadi persoalan ekonomi regional, tetapi juga menjadi ujian nyata bagi kesadaran sosial masyarakat dalam menghadapi dampak krisis.

Kondisi tersebut mendorong Komunitas Sahabat Pena menginisiasi Lomba Menulis Jurnalistik sebagai ruang bagi insan pers untuk membedah secara kritis dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat terdampak aktivitas PT WIN.

Inisiatif independen tersebut mendapat apresiasi dari manajemen PT WIN maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Lomba ini dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian publik sekaligus mendorong pemberitaan yang konstruktif di tengah situasi sulit.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak semata-mata diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari dimensi psikologis serta kesadaran emosional masyarakat untuk saling menguatkan ketika menghadapi krisis.

Menurut Hugua, setiap pihak memiliki mandat dan kepentingannya masing-masing. Pengusaha menjalankan kegiatan usaha dengan orientasi keuntungan, pemerintah desa memiliki kewenangan yang terbatas, sementara pemerintah menjalankan tugas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:  Tiga Korban Lain Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Bos Restoran Korea di Surabaya

Namun demikian, kata dia, kondisi tersebut tidak boleh menghilangkan kesadaran kolektif untuk menjaga tanggung jawab sosial dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

“Setiap pihak bergerak berdasarkan mandatnya. Pengusaha mengejar keuntungan, pejabat desa memiliki kewenangan terbatas, dan pemerintah menjalankan undang-undang. Tetapi kesadaran kolektif tetap diperlukan untuk menjaga tanggung jawab sosial dan keberlanjutan hidup bersama,” ujar Hugua saat menyampaikan paparannya dalam acara pengumuman Lomba Menulis Jurnalistik Sahabat Pena di salah satu hotel di Kendari, Sabtu (22/8/2026).

Dalam situasi tersebut, Hugua menilai wartawan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas emosional masyarakat. Produk jurnalistik yang jujur, berimbang, dan tidak provokatif dinilai dapat membantu publik memahami persoalan secara lebih utuh.

“Wartawan memiliki peran vital untuk menjaga stabilitas emosional publik melalui berita yang jujur dan berimbang,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan PHK dan tantangan industri tidak selalu dipandang sebagai jalan menuju keputusasaan. Kesulitan yang dihadapi masyarakat, menurutnya, dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan menemukan peluang baru.

BACA JUGA:  Emak-emak di Bangka Barat Gantungkan Hidup dari Usaha Tambang, Berharap Tak Ditutup

Lebih jauh, Hugua melihat perubahan lanskap ekonomi global sebagai peluang bagi Indonesia. Ia menyebut pergeseran pusat peradaban dan ekonomi dunia ke kawasan Asia sebagai salah satu perkembangan yang perlu dicermati secara serius.

Menurutnya, berbagai ketegangan geopolitik di kawasan strategis, seperti Selat Hormuz, Selat Bab-el-Mandeb, dan Selat Taiwan, merupakan bagian dari dinamika global yang turut memengaruhi keseimbangan ekonomi dan politik dunia.

Dalam konteks Indonesia, Hugua menilai posisi strategis dan kekayaan sumber daya alam nasional memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia pada 2045.

Ia menekankan pentingnya penguasaan tiga pilar kedaulatan, yakni swasembada pangan, energi, dan air.

“Swasembada pangan menjadi fondasi utama pemenuhan kebutuhan dasar seluruh masyarakat. Swasembada energi memperkuat kemandirian nasional melalui pengembangan energi terbarukan seperti program B50. Swasembada air merupakan keunggulan strategis karena Indonesia memiliki ketersediaan air bersih yang melimpah dibanding wilayah lain di dunia,” ucap Hugua.

Namun, peluang tersebut menurutnya hanya dapat diwujudkan apabila keseimbangan ekosistem dan lingkungan hidup tetap dijaga. Kelestarian lingkungan berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pasokan air bersih, kualitas udara, serta kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan.

BACA JUGA:  Amran Siapkan Regulasi Baru agar Buruh Tani Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan insan pers menjadi penting untuk memastikan krisis sosial-ekonomi tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat terdampak PHK PT WIN diharapkan tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga memperoleh ruang untuk menyampaikan persoalan, harapan, dan gagasan mengenai masa depan mereka.

Lomba Menulis Jurnalistik yang digagas Sahabat Pena pun diharapkan menjadi momentum bagi para jurnalis untuk mengawal perubahan sosial secara bijaksana, sekaligus menghadirkan karya jurnalistik yang mampu memperkuat kepedulian dan optimisme masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Dengan demikian, persoalan PHK tidak berhenti pada angka kehilangan pekerjaan, tetapi dapat menjadi titik awal untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat kemandirian masyarakat, dan mencari jalan keluar yang berkelanjutan.

(Sumber : tegas.co)