Emak-emak di Bangka Barat Gantungkan Hidup dari Usaha Tambang, Berharap Tak Ditutup - lemspsi.com
Daerah

Emak-emak di Bangka Barat Gantungkan Hidup dari Usaha Tambang, Berharap Tak Ditutup

101

Women in West Bangka Rely on Mining for Their Livelihoods, Hope Operations Are Not Shut Down

Puluhan ibu-ibu yang mencari timah dari aktivitas tambang timah di Kadur, Belolaut, Kecamatan Mentok-negerilaskarpelangi.com

BANGKA BELITUNG – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, puluhan ibu-ibu di Dusun IV, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tetap terlihat beraktivitas mencari rezeki, Senin (17/8/2026).

Para emak-emak tersebut menggantungkan penghasilan dari usaha tambang yang berada di wilayah tempat tinggal mereka. Menurut warga, keberadaan aktivitas tambang selama ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua RT 01 Dusun IV Kadur, Agustina, mengatakan dukungan terhadap keberadaan usaha tambang datang dari warga setempat, termasuk kaum ibu.

Menurut Agustina, aktivitas tersebut selama ini dinilai tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Sebaliknya, keberadaan usaha tambang justru memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga sekitar.

“Keberadaan tempat atau usaha tambang yang ada di Kadur itu sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Agustina, Senin (17/8/2026).

Ia menyebut sekitar 65 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut secara rutin mendapatkan bantuan uang sebesar Rp600.000 setiap minggu.

Selain bantuan uang, masyarakat juga disebut menerima bantuan beras secara rutin setiap pekan.

“Selain bantuan uang, masyarakat juga disebut menerima bantuan beras secara rutin setiap minggunya,” katanya.

Agustina mengatakan bantuan tersebut menjadi salah satu penopang bagi warga untuk memenuhi kebutuhan pangan dan keperluan rumah tangga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap aktivitas usaha tambang di wilayah itu tetap dapat berjalan sehingga manfaat ekonomi yang selama ini dirasakan warga tidak terhenti.

Agustina menambahkan, warga dan ibu-ibu di sekitar lokasi menilai kegiatan tersebut tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Karena itu, mereka menyuarakan agar usaha tambang tersebut tidak ditutup.

“Warga, termasuk ibu-ibu sekitar, merasa kegiatan tersebut tidak mengganggu. Kami berharap tempat tersebut tidak ditutup karena warga sangat membutuhkan bantuan pangan dan finansial tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

(Sumber : negerilaskarpelangi.com)

Exit mobile version