Daerah

Remaja Palangka Raya Berseragam Superman Ikut Padamkan Karhutla, Disorot Media Internasional

112
×

Remaja Palangka Raya Berseragam Superman Ikut Padamkan Karhutla, Disorot Media Internasional

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya Teenager in Superman Costume Helps Fight Forest Fires, Draws International Media Attention

Rudiansyah (17), remaja viral asal Palangka Raya yang gunakan seragam Superman untuk membantu pemadaman karhutla di dekat rumahnya, Senin (1782026). (Kompas.com)

PALANGKA RAYA — Aksi seorang remaja asal Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian luas hingga media internasional. Sosok tersebut adalah Rudiansyah (17), siswa kelas X SMA Negeri 10 Palangka Raya.

Rudiansyah menjadi sorotan lantaran ikut membantu memadamkan karhutla dengan mengenakan seragam Superman, tokoh superhero dari DC Comics. Ia turun ke lokasi kebakaran setelah pulang sekolah.

Karhutla tersebut terjadi di Jalan Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Rudiansyah.

Rudiansyah mengaku khawatir kobaran api semakin mendekati permukiman tempat tinggalnya. Karena itu, ia memilih ikut membantu proses pemadaman setelah selesai mengikuti kegiatan sekolah.

“Saya khawatir melihat kebakaran lahan yang semakin mendekati rumah saya, makanya sepulang sekolah saya sempatkan untuk ikut membantu pemadaman,” ujar Rudiansyah saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (17/8/2026).

Seragam Superman yang dikenakannya ternyata bukan bagian dari persiapan khusus untuk memadamkan api. Rudiansyah mengatakan, ia menggunakan kostum tersebut secara spontan karena sudah lama tersimpan dan tidak terpakai.

BACA JUGA:  Nuryatim Dorong Kekompakan Pekerja Lewat Indospring FC

Kostum itu dibelinya pada Februari 2026 untuk mengikuti kejuaraan lari maraton. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana sehingga kostum Superman itu kembali tersimpan.

“Pakai kostum ini iseng, beli sudah dari Februari 2026, untuk ikut kejuaraan lari maraton, tapi enggak terpakai,” katanya.

Rudiansyah merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia mengaku aksinya membantu pemadaman karhutla dilakukan secara spontan, terutama karena lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan rumahnya.

Keputusan tersebut juga dipengaruhi pengalaman buruk yang pernah dialaminya saat kabut asap melanda Palangka Raya pada 2015. Ketika itu, Rudiansyah masih berusia sekitar enam tahun dan sempat mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Jadi waktu usia saya 6 tahun, tahun 2015 dulu, Palangka Raya ini kan kabut asap tebal, sampai sakit gara-gara kabut asap. Aku tidak mau kejadian serupa terulang,” tuturnya.

Sebagai penggemar olahraga lari maraton, kondisi kabut asap akibat karhutla juga berdampak langsung terhadap aktivitasnya. Ia mengaku tidak lagi leluasa berlatih lari pada pagi maupun sore hari di sekitar rumah.

BACA JUGA:  Pemkab Cirebon Perkuat Iklim Investasi, Bidik Lapangan Kerja Lebih Luas Lewat Forum Konsultasi Publik

Alih-alih hanya menunggu bantuan datang, Rudiansyah memilih ikut turun ke lapangan dan membantu memadamkan api yang mengancam lingkungan tempat tinggalnya.

Kisah remaja berseragam Superman tersebut kemudian viral di media sosial. Aksinya bahkan mendapat perhatian media internasional, termasuk The Washington Post dan Reuters.

Bagi Rudiansyah, aksi tersebut bukanlah upaya untuk mencari perhatian. Ia hanya ingin membantu mencegah api semakin meluas dan menghindari terulangnya pengalaman buruk akibat kabut asap yang pernah dirasakannya saat masih kecil.

“Tahun 2015 itu sangat membekas dalam ingatan saya. Saya tidak ingin asap tebal seperti itu terulang, makanya saya ikut membantu memadamkan juga,” pungkasnya.

(Sumber : TribuNews.com)