BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus menggembleng berbagai langkah strategis untuk memperluas akses lowongan kerja bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan guna membantu para pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar dapat segera kembali terserap di dunia kerja.
Langkah responsif tersebut diambil seiring dengan tingginya angka PHK di Jawa Barat, yang mencatatkan sebanyak 13.044 pekerja terdampak sepanjang periode Januari hingga September 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengungkapkan bahwa salah satu strategi utama Pemprov Jabar adalah mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan pihak perusahaan melalui platform digital Nyari Gawe.
“Hingga 9 Oktober 2026, platform Nyari Gawe telah mencatat sebanyak 704.121 pencari kerja dan melibatkan 714 perusahaan. Aplikasi ini menyediakan 24.085 lowongan kerja, dengan 1.209 pelamar di antaranya telah resmi diterima bekerja,” ujar Kim dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).
Inovasi Bursa Kerja Online via TikTok
Selain mengandalkan aplikasi, Pemprov Jabar juga menempuh jalur inovatif dengan menggelar program Bursa Kerja Online interaktif. Program ini disiarkan secara langsung (live streaming) bersama Gubernur Jawa Barat melalui akun TikTok @dedimulyadiofficial.
Kim menjelaskan, hingga 9 Oktober 2026, program Bursa Kerja Online tersebut telah berjalan sebanyak empat edisi. Sebanyak 89 perusahaan turut berpartisipasi dengan membuka total 5.768 lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
Perlindungan Hak Pekerja dan Peningkatan Keterampilan
Tidak hanya berfokus pada penyediaan lowongan baru, Pemprov Jabar juga berkomitmen memastikan seluruh pekerja yang terkena PHK mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Disnakertrans Jabar secara intensif melakukan deteksi dini guna mencegah potensi konflik hubungan industrial. Jika perselisihan tetap terjadi, pendekatan dialog emosional dan musyawarah akan diprioritaskan.
Pemprov Jabar juga bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin kelancaran akses pekerja terhadap:
- Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
- Jaminan Hari Tua (JHT)
Program Pelatihan Keahlian & Kewirausahaan
Untuk meningkatkan daya saing dan fleksibilitas tenaga kerja di pasar modern, Pemprov Jabar menyediakan berbagai pelatihan kejuruan, di antaranya:
- Otomotif, Pengelasan, & Manufaktur
- Operator Forklift
- Menjahit & Barista
- Pembuatan Konten Digital (Digital Content Creation)
Pelatihan keahlian ini dijangkau hingga ke berbagai daerah melalui fasilitas Mobile Training Unit. Selain itu, dorongan terhadap pelatihan kewirausahaan juga terus dipacu agar para pekerja terdampak memiliki bekal yang kuat untuk membuka usaha mandiri. (Sumber : kompas.com)











