Program Sekolah Gratis Banten Ringankan Beban Buruh Harian, Buka Harapan Baru bagi Pendidikan Anak - lemspsi.com
DaerahPendidikan

Program Sekolah Gratis Banten Ringankan Beban Buruh Harian, Buka Harapan Baru bagi Pendidikan Anak

85

Banten's Free School Program Eases Financial Burden on Daily Wage Worker, Opens New Hope for Children's Education

Marwannudin (46), seorang buruh harian lepas asal Cidangiang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang - RRI.CO.ID

PANDEGLANG, BANTEN – Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan harapan baru bagi masyarakat, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Program tersebut dinilai mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus meringankan beban biaya sekolah bagi orang tua.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Marwannudin (46), buruh harian lepas asal Kampung Cidangiang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang bangunan yang menerima pekerjaan renovasi maupun pembangunan rumah dengan penghasilan yang tidak menentu.

Marwannudin mengaku sempat diliputi kekhawatiran setelah putra semata wayangnya, Muchtar Febriansyah, tidak lolos seleksi jalur reguler di SMKN 2 Pandeglang. Kondisi ekonomi keluarga membuat dirinya dan sang istri bingung memikirkan biaya apabila anak mereka harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

“Awalnya kami sempat berdebat karena memikirkan biaya sekolah. Tetapi saya melihat informasi di media sosial tentang Program Sekolah Gratis untuk sekolah swasta dari Pemerintah Provinsi Banten. Setelah tahu ada program itu, saya merasa sangat senang dan terbantu,” ujar Marwannudin saat ditemui di SMK PGRI 1 Pandeglang, Kamis (16/7/2026).

Baginya, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak. Meski penghasilannya sebagai buruh harian tidak tetap, ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan pendidikan putra satu-satunya.

“Dia anak satu-satunya dan menjadi harapan keluarga. Pendidikan akan selalu saya perjuangkan,” katanya.

Marwannudin menuturkan, tanpa adanya Program Sekolah Gratis, beban ekonomi keluarganya akan semakin berat. Di tengah kebutuhan hidup sehari-hari yang terus meningkat, biaya pendidikan menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau program ini tidak ada, tentu sangat berat. Untuk kebutuhan di rumah saja saya harus berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Tetapi untuk pendidikan anak, saya pasti akan mengutamakannya,” ungkapnya.

Kini, Muchtar Febriansyah resmi menjadi siswa kelas X Program Keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI 1 Pandeglang. Sebelum diterima di sekolah tersebut, ia sempat berharap dapat bersekolah di SMKN 2 Pandeglang, namun belum berhasil lolos melalui jalur reguler.

Muchtar mengaku sempat khawatir akan membebani orang tuanya apabila harus bersekolah di sekolah swasta. Ia bahkan sempat menanyakan langsung kepada ayahnya mengenai kemampuan keluarga untuk membiayai pendidikannya.

“Saya sempat bertanya kepada orang tua, apakah sanggup membayar biaya sekolah di swasta. Alhamdulillah ada Program Sekolah Gratis sehingga saya bisa melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Ia memilih SMK PGRI 1 Pandeglang karena memiliki jurusan yang sesuai dengan minatnya di bidang teknologi. Selama bersekolah di SMP Negeri 1 Majasari, Muchtar juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan Rampak Bedug.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh, Muchtar bertekad memanfaatkan program tersebut dengan belajar lebih giat agar dapat meraih prestasi dan membanggakan kedua orang tuanya.

“Saya senang dengan adanya Program Sekolah Gratis ini. Terima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni. Saya akan belajar lebih sungguh-sungguh, rajin sekolah, dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.

Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta yang digagas Pemerintah Provinsi Banten menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, program ini juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta memastikan setiap anak di Banten memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. (Sumber : rri.co.id)

Exit mobile version