BATANG — Di bawah sengatan terik matahari, langkah Ibu Mursidi tak pernah surut. Perempuan warga Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, ini sehari-hari mengandalkan tenaganya sebagai buruh tani demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga. Aktivitasnya di sektor pertanian menjadi cerminan nyata perjuangan masyarakat kecil yang pantang menyerah di tengah berbagai keterbatasan ekonomi.
Namun, beban hidup Ibu Mursidi kini terasa lebih ringan. Sosok pekerja keras ini menjadi salah satu penerima manfaat bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 TA 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0736/Batang.
Bantuan perbaikan hunian ini hadir sebagai angin segar dan harapan baru bagi keluarga Ibu Mursidi. Renovasi rumah yang sedang berjalan diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal yang jauh lebih layak, aman, serta nyaman untuk dihuni.
Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
Program TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang tak sekadar berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik desa seperti jalan dan jembatan. Lebih dari itu, TMMD hadir menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat melalui aksi sosial dan perbaikan tempat tinggal bagi warga yang membutuhkan.
Kisah Ibu Mursidi menjadi pengingat penting bahwa pembangunan memiliki makna yang sangat luas ketika dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Bagi para buruh tani yang setiap hari memeras keringat, bantuan RTLH ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang membangkitkan optimisme dan semangat baru untuk menata masa depan yang lebih baik.
Memperkuat Kemanunggalan dan Gotong Royong
Melalui pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 ini, Kodim 0736/Batang bersama jajaran Satgas dan warga Desa Sembung bahu-membahu menuntaskan pengerjaan rumah warga. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus dipupuk demi mempercepat kemajuan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Desa Sembung ini membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu melepaskan keterbatasan dan membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat pedesaan. (Sumber : nenemonews.com)











