Museum Marsinah Dikunjungi 4.500 Orang, Antusiasme Publik terhadap Sejarah Perjuangan Buruh Terus Meningkat - lemspsi.com
Daerah

Museum Marsinah Dikunjungi 4.500 Orang, Antusiasme Publik terhadap Sejarah Perjuangan Buruh Terus Meningkat

108

Marsinah Museum Draws 4,500 Visitors as Public Interest in Indonesia's Labor Movement History Continues to Grow

Musium Ibu Marsinah

NGANJUK, JAWA TIMUR – Antusiasme masyarakat terhadap sejarah perjuangan buruh di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari tingginya jumlah pengunjung Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang telah mencapai sekitar 4.500 orang sejak diresmikan.

Museum yang didedikasikan untuk mengenang Pahlawan Nasional Marsinah tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Kehadiran museum ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea, mengaku bangga melihat tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi museum tersebut. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan bersama jajaran pengurus KSPSI Jawa Timur pada Jumat (10/7/2026).

“Saya sangat bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Sejak diresmikan, Museum Ibu Marsinah telah dikunjungi sekitar 4.500 orang dari berbagai kota di Tanah Air. Ini membuktikan bahwa semangat perjuangan Ibu Marsinah terus hidup dan menginspirasi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Andi Gani.

Menurutnya, tingginya angka kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan Marsinah tidak lagi hanya dikenang oleh kalangan pekerja atau serikat buruh, melainkan telah menjadi bagian dari sejarah nasional yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Andi Gani menilai Museum Marsinah kini berperan sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan semangat memperjuangkan keadilan kepada generasi muda. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah juga menunjukkan semakin besarnya kesadaran publik terhadap pentingnya memahami sejarah gerakan buruh di Indonesia.

Museum Marsinah sendiri dibangun atas inisiasi Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, keluarga Pahlawan Nasional Marsinah, serta jajaran KSPSI Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diwujudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Marsinah sekaligus upaya menjaga warisan sejarah perjuangan buruh agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Dengan terus meningkatnya jumlah pengunjung, Museum Marsinah diharapkan dapat menjadi destinasi edukasi sejarah sekaligus pengingat akan pentingnya perjuangan dalam mewujudkan keadilan, perlindungan, dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja di Indonesia. (Sumber : Radar Surabaya)

Exit mobile version