BOGOR, JAWA BARAT – Kisah inspiratif datang dari Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026 IPB University. Aulia Nurul Hikmah berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi akademik.
Aulia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang tambal ban, sementara keluarganya menggantungkan hidup dari penghasilan yang terbatas. Namun, berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Silvikultur dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87.
“Orang tua saya adalah buruh dan tukang tambal ban,” ucapnya.
Kini, ia berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87.
Ketertarikan Aulia terhadap ilmu hayati dan ekologi menjadi alasan utama dirinya memilih Program Studi Silvikultur. Baginya, hutan merupakan representasi terbaik dari ekosistem yang menopang kehidupan.
“Hutan merupakan ekosistem kompleks yang menjadi sistem utama kehidupan, sehingga melalui program studi ini saya dapat mempelajari hutan mulai dari pertumbuhan, pemeliharaan, pemanfaatan hingga rehabilitasinya,” ujar Aulia, dikutip dari laman IPB University, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai berbagai persoalan lingkungan seperti degradasi dan deforestasi hutan masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. Karena itu, Aulia berharap ilmu yang dimilikinya dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan perlindungan hutan di Indonesia.
Menurutnya, Program Studi Silvikultur juga menawarkan prospek karier yang luas dan kompetitif di bidang lingkungan hidup, sehingga semakin memantapkan pilihannya untuk menekuni bidang tersebut.
Selama menjalani perkuliahan, Aulia mengaku harus mampu membagi waktu antara kegiatan akademik dan nonakademik. Tantangan tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin, adaptif, dan mampu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai situasi.
“Semua ini memperkuat saya untuk dapat berpikir kritis dan adaptif,” ungkapnya.
Ke depan, Aulia berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap ilmu pengetahuan serta pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di IPB University dapat diwujudkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Perjalanan Aulia menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan tekad yang kuat mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi, meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mengejar pendidikan dan berkontribusi bagi masa depan bangsa. (Sumber : ipb.ac.id)
