Kemnaker dan HM Sampoerna Gelar Pelatihan bagi Korban PHK dan Pencari Kerja - lemspsi.com
Nasional

Kemnaker dan HM Sampoerna Gelar Pelatihan bagi Korban PHK dan Pencari Kerja

59

Kemenaker and HM Sampoerna Hold Training for Laid-Off Victims and Job Seekers

Foto - Yassierli Menaker RI

JAKARTA, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT HM Sampoerna Tbk menggelar program pelatihan upskilling dan reskilling bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta para pencari kerja. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan dunia industri.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan pelatihan peningkatan dan pembaruan keterampilan menjadi langkah penting untuk memastikan pekerja tetap relevan dengan perkembangan pasar kerja yang semakin dinamis.

“Pelatihan upskilling dan reskilling merupakan kunci agar pekerja tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Kompetensi menjadi modal untuk membuka peluang kerja maupun usaha baru,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan hubungan industrial. Dengan demikian, perusahaan dan pekerja dapat membangun iklim kerja yang produktif, tangguh, serta memiliki daya saing yang tinggi.

Yassierli menjelaskan, Kemnaker telah mengembangkan lima level maturitas hubungan industrial sebagai panduan bagi perusahaan dalam membangun hubungan kerja yang sehat. Kelima level tersebut meliputi Level 1 (Terfragmentasi), Level 2 (Patuh), Level 3 (Harmonis), Level 4 (Proaktif), dan Level 5 (Transformatif).

Pada level tertinggi, lanjutnya, perusahaan tidak hanya mampu menciptakan hubungan yang harmonis dengan serikat pekerja, tetapi juga mampu berkolaborasi membangun ekosistem industri yang kuat, berkelanjutan, dan siap menghadapi berbagai tantangan.

Ia berharap kolaborasi antara Kemnaker dan PT HM Sampoerna Tbk tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi model untuk memperkuat sinergi tiga pilar—pemerintah, dunia usaha, dan pekerja—serta menginspirasi perusahaan-perusahaan lain dalam menerapkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila,” kata Yassierli. (Sumber : lensabanten) @kg_krd

Exit mobile version