Demi Impian ke Jepang, Pemuda Asal Garut Rela Lepas Pekerjaan 8 Tahun - lemspsi.com
DaerahEkonomi

Demi Impian ke Jepang, Pemuda Asal Garut Rela Lepas Pekerjaan 8 Tahun

92

For the Dream of Going to Japan, a Garut Youth Willingly Quits His 8-Year Job

GARUT, JAWA BARAT — Impian besar menuntut keberanian yang tak kalah besar. Hal itulah yang dibuktikan oleh Sandi Kurnia (27), pemuda asal Kampung Pesanggrahan Tonggoh, Desa Cilawu, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Demi mengejar cita-cita berkarier di Jepang, ia rela melepas pekerjaan yang telah ia geluti selama delapan tahun dan menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju Kota Sukabumi.

Sandi menjadi satu dari ratusan pencari kerja yang memadati gelaran International Job Fair 2026 di Kampus Pasim, Jalan Prana, Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi, pada Senin (27/7/2026).

Keputusan meninggalkan zona nyaman bukanlah perkara mudah. Sandi mengungkapkan, ia resmi mengundurkan diri (resign) dari sebuah perusahaan manufaktur di kawasan Cikarang pada 30 Juni 2026. Langkah ini ia ambil agar bisa sepenuhnya fokus menyiapkan diri meraih peluang kerja di Negeri Sakura.

Bagi Sandi, mengundurkan diri bukanlah bentuk keputusasaan, melainkan lompatan berani untuk meningkatkan kompetensi dan mencari pengalaman di kancah internasional.

“Background saya memang bekerja di perusahaan Jepang selama di Cikarang. Sambil bekerja, saya menyempatkan diri belajar bahasa Jepang. Mudah-mudahan ada rezekinya,” ujar Sandi saat ditemui di lokasi acara.

Pada bursa kerja internasional ini, Sandi mengincar posisi di bidang ground handling logistik kargo penerbangan. Ia meyakini, pengalaman kerja di luar negeri akan menjadi modal berharga dan investasi jangka panjang untuk kariernya di tanah air kelak.

“Nanti setelah kembali dari Jepang, karier di Indonesia bisa berlanjut. Banyak lulusan atau eks-Jepang yang justru dicari perusahaan di Indonesia karena memiliki skill dan kemampuan bahasa asing,” lanjutnya.

Ia pun menyambut positif berbagai program pemerintah, termasuk gagasan SMK Global dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk membuka jalan bagi generasi muda ke pasar kerja luar negeri.

Meski demikian, Sandi menyoroti pentingnya dukungan skema pembiayaan bagi calon pekerja migran. Ia berharap pemerintah dapat memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran agar terintegrasi penuh dengan seluruh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) maupun perusahaan penempatan.

“Harapan saya, skema pembiayaan seperti KUR pekerja migran yang bisa menutupi biaya dari awal sampai keberangkatan benar-benar terealisasi 100%,” tegas Sandi.

Terbuka 5.000 Lowongan Kerja Formal

Acara International Job Fair 2026 yang dihadiri Sandi tersebut dibuka langsung oleh Menteri P2MI Mukhtarudin dan diikuti sekitar 300 pencari kerja.

Sebanyak 30 perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) berpartisipasi dalam ajang ini dengan menyediakan lebih dari 5.000 lowongan kerja formal. Sektor yang dibuka sangat bervariasi, mulai dari konstruksi, manufaktur, pertanian, perhotelan, hingga industri kapal pesiar.

Selain Jepang, penempatan kerja yang ditawarkan mencakup berbagai negara tujuan strategis, seperti Jerman, Malaysia, Turki, Albania, hingga beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Gelaran ini menjadi angin segar sekaligus jembatan bagi para pencari kerja lokal untuk bersaing di panggung global.   (Sumber : Beritasatu.com)

Exit mobile version