Andien Aisyah Buka Cabang Kelima Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung, Perjuangkan Akses Pendidikan Gratis - lemspsi.com
Pendidikan

Andien Aisyah Buka Cabang Kelima Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung, Perjuangkan Akses Pendidikan Gratis

101

Andien Aisyah Opens Fifth Sekolah Anak Percaya Branch in Kampung Apung, Championing Free Access to Education

Andien Aisyah-rentak.id
JAKARTA – Kepedulian penyanyi Andien Aisyah terhadap pendidikan anak-anak kembali diwujudkan melalui pendirian cabang kelima Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung, Jakarta. Sekolah gratis ini hadir untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pengupas kerang.

Namun, mendirikan sekolah di lingkungan tersebut bukan perkara mudah. Tim Andien membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat sebelum kegiatan belajar mengajar dapat dimulai.

Andien mengungkapkan, Sekolah Anak Percaya pertama kali dirintis pada 2022 di Kampung Pemulung, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Program tersebut berawal dari inisiatif pribadinya untuk membantu anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik.

Modal awal pendirian sekolah berasal dari penjualan royalti lagu berjudul Percaya melalui skema aset digital non-fungible token (NFT).

“Waktu itu lagi zaman COVID, terus aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya,” kata Andien kepada awak media di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Dari inisiatif tersebut, Sekolah Anak Percaya terus berkembang hingga memiliki lima cabang. Pembukaan cabang di Kampung Apung menjadi langkah terbaru untuk menjangkau anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan dalam memperoleh pendidikan.

Setahun Membangun Kepercayaan Masyarakat

Bagi Andien, menghadirkan pendidikan gratis tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat belajar dan tenaga pengajar. Penerimaan masyarakat menjadi bagian penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak setempat.

Karena itu, tim Sekolah Anak Percaya melakukan pendekatan secara bertahap kepada warga Kampung Apung. Proses komunikasi dan membangun hubungan dengan masyarakat tersebut berlangsung selama kurang lebih satu tahun.

“Dari tahun lalu itu PDKT-nya setahun untuk kita bisa menyelenggarakan proses belajar mengajar di kampung tersebut,” tuturnya.

Keputusan membuka sekolah di Kampung Apung didorong oleh keprihatinan Andien terhadap tingginya angka anak putus sekolah di kawasan tersebut.

Menurutnya, persoalan pendidikan di lingkungan dengan kondisi sosial yang kompleks tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengajak anak-anak untuk bersekolah. Diperlukan pemahaman terhadap berbagai hambatan yang dihadapi anak-anak dan keluarga mereka.

Administrasi Kependudukan Menjadi Tantangan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Andien adalah administrasi kependudukan. Masalah tersebut menjadi bagian dari sejumlah kendala yang dapat memengaruhi kemampuan anak-anak untuk mengakses pendidikan.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak berdiri sendiri. Kondisi keluarga, lingkungan tempat tinggal, serta kelengkapan administrasi dapat saling berkaitan dan membutuhkan penanganan yang menyeluruh.

“Masalahnya sangat berlapis, bukan hanya kemauan akan mengenyam pendidikannya saja, tapi juga ada banyak masalah mengenai misalnya administrasi kependudukan dan lain-lain,” jelas pelantun lagu Sahabat Setia tersebut.

Alih-alih menyerah menghadapi rumitnya persoalan, Andien memilih untuk terlibat dan mengajak masyarakat mencari solusi bersama.

“Ya udah kalau memang belum ada solusinya, justru aku yang ingin jadi solusinya. Yuk kita cari solusinya bareng,” pungkasnya.

Pendidikan Gratis Perlu Pendekatan yang Menyeluruh

Kehadiran cabang kelima Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung menegaskan bahwa upaya memperluas akses pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan fasilitas belajar.

Pendekatan sosial, kepercayaan masyarakat, serta pemahaman terhadap hambatan yang dialami keluarga menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak.

Melalui program ini, Andien berupaya menghadirkan ruang belajar gratis sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat agar anak-anak di Kampung Apung memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Perjalanan pendirian sekolah tersebut juga memperlihatkan bahwa persoalan anak putus sekolah perlu ditangani secara bersama-sama. Ketika akses pendidikan berhadapan dengan berbagai persoalan sosial dan administrasi, kolaborasi dengan masyarakat menjadi langkah penting untuk menemukan jalan keluar. (Sumber : rentak.id)

Exit mobile version