Nasional

Aksi KBPBI di Depan DPR Berlangsung Tertib, 5.000 Buruh Sampaikan Aspirasi

129
×

Aksi KBPBI di Depan DPR Berlangsung Tertib, 5.000 Buruh Sampaikan Aspirasi

Sebarkan artikel ini

KBPBI Action in Front of DPR Runs Orderly, 5,000 Workers Voice Aspirations

KBPBI Beraksi di depan gedung MPR.DPR-RI

JAKARTA — Aksi penyampaian pendapat yang dilakukan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026), berlangsung tertib dan kondusif.

Ribuan massa buruh berkumpul di kawasan kompleks parlemen untuk menyampaikan aspirasi terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan. Aspirasi disampaikan melalui orasi secara bergantian serta sejumlah kegiatan yang dilakukan massa di sekitar depan Gerbang Utama DPR/MPR RI.

Aksi mulai berlangsung sekitar pukul 10.39 WIB. Massa secara bergantian menyampaikan pandangan dan tuntutan terkait arah kebijakan ketenagakerjaan yang tengah dibahas DPR bersama pemerintah.

Sekitar pukul 10.42 WIB, sebanyak 26 perwakilan massa buruh memasuki kompleks parlemen. Perwakilan tersebut disebut akan menghadiri Rapat Paripurna DPR RI yang berkaitan dengan agenda pembahasan dan pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.

Keberadaan perwakilan buruh di dalam kompleks parlemen menjadi bagian dari upaya mengawal secara langsung proses pembahasan regulasi ketenagakerjaan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kehidupan pekerja dan dunia usaha.

Sementara 26 perwakilan berada di dalam kompleks parlemen, massa buruh lainnya tetap bertahan di depan Gerbang Utama DPR/MPR RI. Mereka melanjutkan penyampaian aspirasi melalui orasi dan berbagai aktivitas aksi secara tertib.

BACA JUGA:  Pabrik Pengolahan Bonggol Jagung di Jombang Terbakar Hebat, 6 Unit Damkar Diterjunkan

Hingga sekitar pukul 11.30 WIB, jumlah massa yang berada di lokasi diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang. Meski jumlah peserta cukup besar, situasi di sekitar lokasi aksi tetap berlangsung kondusif.

Polisi Apresiasi Aksi Berlangsung Tertib

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto mengapresiasi peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib.

Menurut Bhudi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari ruang demokrasi yang harus dijaga bersama. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta aksi untuk mempertahankan situasi yang aman dan tertib hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib. Kami mengajak semuanya tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengutamakan keselamatan hingga kegiatan selesai,” ujar Bhudi.

Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan saling menghormati antara peserta aksi, petugas keamanan, serta masyarakat lain yang tetap menjalankan aktivitas di sekitar kawasan DPR/MPR RI.

BACA JUGA:  Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia Serahkan Draf RUU Ketenagakerjaan ke DPR, Dorong Regulasi Berkeadilan bagi Pekerja dan Dunia Usaha

Polda Metro Jaya juga tetap melakukan pelayanan, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas selama aksi berlangsung. Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di sekitar kompleks parlemen tetap dapat berjalan.

Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi.

Kawal Pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

Aksi KB-PBI pada Selasa ini menjadi bagian dari pengawalan buruh terhadap proses legislasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.

Bagi kalangan buruh, regulasi tersebut dinilai strategis karena akan menentukan arah perlindungan pekerja, hubungan industrial, pengupahan, pemutusan hubungan kerja (PHK), perjanjian kerja, serta berbagai aspek lain dalam dunia ketenagakerjaan.

Kehadiran perwakilan buruh dalam kompleks parlemen juga menunjukkan keinginan kelompok pekerja untuk mengawal proses pengambilan keputusan secara langsung. Sementara massa yang berada di luar gedung terus menyuarakan aspirasi agar kepentingan pekerja menjadi bagian penting dalam regulasi yang akan ditetapkan.

BACA JUGA:  RAKER DPD FSP LEM SPSI DKI Jakarta, Optimalisasi Program Kerja Menuju Kota Global

Di tengah berlangsungnya aksi, aparat kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengamanan. Pengaturan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif sehingga kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung tanpa mengganggu secara berlebihan aktivitas masyarakat lainnya.

Bhudi menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan untuk menghalangi penyampaian aspirasi masyarakat, melainkan memastikan ruang demokrasi dapat digunakan secara aman dan tertib.

“Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan aman dan tertib, sementara hak masyarakat lainnya untuk beraktivitas tetap terjaga,” kata Bhudi.

Menurutnya, keberhasilan menjaga ketertiban selama aksi merupakan tanggung jawab bersama. Peserta aksi, petugas keamanan, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi diharapkan dapat saling menghormati hak masing-masing.

“Polisi bersama masyarakat mengawal demokrasi dengan menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” tutupnya.

Dengan jumlah massa yang mencapai sekitar 5.000 orang hingga pukul 11.30 WIB, aksi KBPBI di depan Gedung DPR/MPR RI masih berlangsung. Massa tetap menyampaikan aspirasi dengan tertib, sementara aparat kepolisian melanjutkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan parlemen.  (Sumber : mediabudayaindonesia.com)