Wamenaker: Ijazah Tak Lagi Cukup, Kompetensi Jadi Kunci Masuk Dunia Kerja - lemspsi.com
DaerahHukumOpini

Wamenaker: Ijazah Tak Lagi Cukup, Kompetensi Jadi Kunci Masuk Dunia Kerja

89

Deputy Minister of Manpower: A Diploma Is No Longer Enough, Competence Is the Key to Entering the World of Work

Bekasi, 13 Juni 2026 – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satu-satunya modal untuk memasuki dunia kerja. Di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), dunia industri semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi nyata, adaptif, serta siap menghadapi tantangan perubahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat memberikan kuliah umum pada acara Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Indonesia Tahun Akademik 2025–2026 di Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah menyoroti perubahan kebutuhan dunia kerja yang kini lebih menitikberatkan pada keterampilan dan kemampuan praktis dibandingkan sekadar kepemilikan gelar akademik.

“Saat ini kita berada di era transformasi ketenagakerjaan yang bergerak sangat cepat. Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari sarjana yang cakap dan memiliki kompetensi nyata,” ujar Afriansyah.

Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, dan penerapan AI di berbagai sektor telah mengubah pola rekrutmen tenaga kerja. Perusahaan kini lebih fokus pada kemampuan calon pekerja dalam menyelesaikan pekerjaan, beradaptasi dengan teknologi baru, serta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Afriansyah juga menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Ijazah tidak lagi cukup karena industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, melainkan apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan industri,” tegasnya.

Ia mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk terus mengembangkan keterampilan melalui pelatihan, sertifikasi profesi, dan pembelajaran sepanjang hayat agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.

Melalui penguatan kompetensi dan sertifikasi, pemerintah berharap lulusan perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar kerja global yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

@kg_krd

Exit mobile version