Usulan Kenaikan Tarif TransJakarta Diminta Tidak Abaikan Pekerja Informal - lemspsi.com
Ekonomi

Usulan Kenaikan Tarif TransJakarta Diminta Tidak Abaikan Pekerja Informal

87

Proposed TransJakarta Fare Hike Urged Not to Overlook Informal Workers

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli - Suara.com

JAKARTA – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, meminta agar usulan kenaikan tarif TransJakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 tidak mengabaikan kondisi pekerja informal. Menurutnya, kelompok pekerja informal berpotensi menjadi pihak yang paling terdampak oleh kebijakan tersebut karena tidak menggunakan transportasi umum secara rutin.

Sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan kenaikan tarif layanan TransJakarta menjadi Rp5.000 per perjalanan. Selain itu, tarif layanan TransJabodetabek juga diusulkan naik menjadi Rp10.000.

Taufik menilai usulan yang disampaikan DTKJ patut diapresiasi karena telah disertai dengan kajian. Namun, ia mengingatkan bahwa substansi kebijakan tersebut pada dasarnya merupakan kenaikan tarif dan bukan sekadar penyederhanaan tarif sebagaimana yang disampaikan.

“Perlu dicermati juga, bahwa ini bukan penyederhanaan, melainkan memang kenaikan tarif. Dari Rp3.500 menjadi Rp5.000,” kata Taufik kepada wartawan, Senin (6/7/2026).

Ia menekankan, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kenaikan tarif tersebut, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja sektor informal yang pengeluarannya sangat sensitif terhadap kenaikan biaya transportasi.

Menurutnya, sebelum kebijakan diterapkan, perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam serta dialog dengan berbagai kelompok masyarakat agar keputusan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek keadilan dan aksesibilitas transportasi publik bagi seluruh warga Jakarta.

Usulan kenaikan tarif TransJakarta hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Sumber : suara.com )

Exit mobile version