Dosen Unpam Serang Dewa Sukma Kelana, Tekankan Sinergi Militansi dan Profesionalisme dalam Penguatan Serikat Pekerja - lemspsi.com
Daerah

Dosen Unpam Serang Dewa Sukma Kelana, Tekankan Sinergi Militansi dan Profesionalisme dalam Penguatan Serikat Pekerja

154

Dosen Unpam Serang Lecturer Dewa Sukma Kelana Emphasizes Synergy of Militancy and Professionalism in Strengthening Trade Unions

Dewa Sukma Kelana dan Zaenal Sopyan-Foto Istimewa

CIANJUR, JAWA BARAT – Dosen Program Studi Hukum Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn., hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bertajuk “Membangun Militansi dan Leadership Dalam Serikat Pekerja”. Kegiatan ini digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kota Tangerang di bawah kepemimpinan H. Yusuf Makatita, bertempat di Hotel Bukit Indah, Ciloto, Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 26–28 Agustus 2026.

Diklat yang dipimpin oleh Zaenal Sopyan selaku Ketua Panitia ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas, kualitas kepemimpinan, militansi organisasi, serta memperdalam pemahaman hukum ketenagakerjaan bagi seluruh pengurus dan anggota serikat pekerja.

Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum DPP KSPSI (pimpinan Moh. Jumhur Hidayat), Ir. Idrus. Acara ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting dari jajaran instansi pemerintah, asosiasi pengusaha, hingga pimpinan serikat tingkat daerah, antara lain:

  • Dedi Sudarajat, S.H., M.H., M.M., C.T.A. (Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten)
  • Ujang Hendra Gunawan (Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang)
  • H. Ismail (Ketua APINDO Kota Tangerang)

Pentingnya Tata Kelola Organisasi Berbasis Sistem

Dalam kapasitasnya sebagai akademisi dari Prodi Hukum Unpam Serang, Dewa Sukma Kelana menyampaikan materi mendalam bertajuk “Tata Kelola Organisasi yang Profesional”. Ia menekankan bahwa keberanian dan militansi di lapangan harus selalu berjalan seiring dengan tata manajemen organisasi yang modern dan transparan.

“Serikat pekerja yang kuat bukan hanya yang berani bersuara, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional, transparan, akuntabel, dan dipercaya anggota,” ujar Dewa.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya membangun keberlanjutan organisasi berbasis sistem ketimbang mengandalkan ketokohan sosok tertentu semata. Administrasi yang tertib, keterbukaan keuangan, pembagian kerja yang presisi, komunikasi efektif, kaderisasi yang berjalan, serta integritas moral dinilainya sebagai fondasi vital sebuah organisasi pekerja.

“Jangan membangun organisasi berdasarkan figur. Bangun organisasi berdasarkan sistem. Kalau ketua tidak ada, organisasi harus tetap berjalan. Kalau sekretaris berhalangan, administrasi tetap berjalan,” tegas Dewa.

Keberanian Berperang Harus Berlandaskan Hukum dan Data

Sebagai penanggung jawab yang juga menjabat Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten sekaligus Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten, Dewa menilai tantangan hubungan industrial saat ini menuntut pengurus serikat untuk lebih cerdas dalam membaca persoalan berbasis regulasi dan data riil.

Melalui sesi simulasi dan diskusi interaktif, para peserta diajak mendalami tata cara pengambilan keputusan yang tepat saat menghadapi perselisihan kerja maupun terpaan isu yang belum terverifikasi.

“Jangan organisasi bereaksi karena rumor. Informasi harus diverifikasi, dibahas melalui mekanisme organisasi, kemudian ditentukan sikap. Keberanian harus didukung pengetahuan, data, dan strategi,” jelaskannya.

Sinergi Pemateri Pakar dan Harapan Masa Depan

Selain Dewa Sukma Kelana, diklat intensif tiga hari ini juga menghadirkan deretan narasumber kompeten lainnya untuk melengkapi penguatan kapasitas peserta:

  1. Suandi, S.H., M.H. (Ketua PD FSP KEP KSPSI Banten) – Membawa materi Strategi Advokasi dan Negosiasi.
  2. Dedi Sudarajat, S.H., M.H., M.M., C.T.A. (Ketua DPD KSPSI Banten) – Membawa materi Membangun Militansi dan Leadership Dalam Serikat Pekerja.
  3. Oloan Nadeak, S.H. (Direktorat Kelembagaan dan PPHI Kemnaker RI) – Membawa materi Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hukum Berserikat.
  4. Agus Jaenal, S.H., M.H. (Tim Perumus DPP KSPSI) – Menyampaikan Sosialisasi Draft RUU Ketenagakerjaan yang Baru.

Menutup pemaparannya, Dewa berharap diklat ini melahirkan cetak biru kader pengurus serikat pekerja yang berintegritas, melek hukum, serta cakap memimpin secara profesional.

“Serikat pekerja harus kuat perjuangannya, kuat pengetahuannya, dan profesional tata kelolanya. Militansi tanpa pengetahuan bisa menjadi reaktif, tetapi militansi yang didukung hukum dan strategi akan menjadi kekuatan organisasi,” tutup Dewa.

@sdk
Exit mobile version