Terima Beasiswa Pemerintah Jepang, 28 PMI Asal Garut Bersiap Studi dan Bekerja di Negeri Sakura - lemspsi.com
Daerah

Terima Beasiswa Pemerintah Jepang, 28 PMI Asal Garut Bersiap Studi dan Bekerja di Negeri Sakura

204

28 Indonesian Migrant Workers from Garut Receive Japanese Government Scholarships to Study and Work in Japan

Salah seorang PMI asal Garut saat menerima paspor dari Pemkab Garut (Foto RRIIrwan)

GARUT – Sebanyak 28 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan berangkat ke Jepang untuk menempuh pendidikan sekaligus bekerja melalui program beasiswa dari Pemerintah Jepang. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus membuka peluang kerja di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah.

Salah seorang perwakilan PMI asal Kecamatan Cikelet, Garut, Aisha, mengaku bersyukur dan antusias mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bekerja di Jepang. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan keterampilan serta memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

Sebelum diberangkatkan, Aisha bersama peserta lainnya telah menjalani persiapan selama lebih dari dua bulan. Persiapan tersebut meliputi pelatihan bahasa, pengenalan kebudayaan Jepang, serta peningkatan keterampilan di bidang keperawatan.

“Pelatihannya dua bulan lebih, bulan Desember sudah kembali ke sini. Untuk saya sekolah dulu baru kontrak kerja, di bidang perawatan lansia,” kata Aisha di Garut, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, para peserta akan ditempatkan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan perawatan lansia. Tempat penugasan tersebut antara lain rumah sakit, panti jompo, dan pusat penitipan atau perawatan harian bagi lansia (day care).

Aisha sendiri dijadwalkan menjalani pendidikan dan bekerja di Kota Higashikawa, Hokkaido, Jepang.

Menurutnya, rangkaian program yang akan dijalani berlangsung cukup panjang, yakni satu tahun untuk sekolah bahasa, dua tahun pendidikan keahlian, kemudian dilanjutkan dengan kontrak kerja selama lima tahun. Dengan demikian, total masa pendidikan dan bekerja yang direncanakan mencapai delapan tahun.

Aisha berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menimba ilmu, memperdalam keterampilan di bidang perawatan lansia, serta memperoleh pengalaman profesional di Jepang.

Ia juga berharap ilmu dan pengalaman yang didapat selama berada di Negeri Sakura nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas ketika kembali ke Indonesia.

Strategi Menghadapi Tantangan Bonus Demografi

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Sakur Amin mengatakan, pengiriman PMI ke luar negeri melalui kerja sama dengan Pemerintah Jepang merupakan salah satu strategi taktis pemerintah daerah untuk menghadapi tantangan bonus demografi.

Menurutnya, Kabupaten Garut setiap tahun menghadapi penambahan jumlah angkatan kerja baru dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena ketersediaan lapangan kerja di daerah belum sepenuhnya mampu menampung seluruh pencari kerja.

“Kita ini kan mengalami bonus demografi. Di satu sisi banyak anak-anak muda kita, tapi di sisi lain kesempatan kerja di kita juga terbatas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk yang memasuki usia kerja dan membutuhkan pekerjaan di Garut mencapai puluhan ribu orang setiap tahunnya.

Berdasarkan ingatannya, pada 2018 jumlahnya mencapai sekitar 54 ribu orang, sedangkan saat ini berada di kisaran 42 ribu orang. Meski demikian, ia memperkirakan penambahan orang yang masuk ke pasar kerja setiap tahun masih berkisar 40 ribu hingga 50 ribu orang.

“Berarti apa? Tiap tahun ada penambahan orang masuk lapangan kerja kurang lebih 40 sampai 50 ribu,” katanya.

Melalui program pengiriman pekerja ke Jepang, Pemerintah Kabupaten Garut berupaya membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi generasi muda. Selain memperoleh pekerjaan, para peserta juga berkesempatan meningkatkan kemampuan bahasa, menguasai keterampilan khusus, dan mengenal budaya kerja internasional.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi tekanan pengangguran di daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia asal Garut.

Keberangkatan 28 PMI penerima beasiswa ini juga menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan dan pengalaman kerja di luar negeri, khususnya dalam bidang perawatan lansia yang membutuhkan keterampilan serta kompetensi khusus.

Dengan bekal pendidikan dan pengalaman tersebut, para peserta diharapkan dapat membangun masa depan yang lebih baik sekaligus membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi Indonesia. (Sumber : RRI.co.id)

Exit mobile version