PT Cartini Lingerie Indonesia PHK 261 Karyawan, Hampir 20 Persen dari Total Pekerja - lemspsi.com
Daerah

PT Cartini Lingerie Indonesia PHK 261 Karyawan, Hampir 20 Persen dari Total Pekerja

111

PT Cartini Lingerie Indonesia Lays Off 261 Employees, Nearly 20 Percent of Its Workforce

ILUSTRASI-Pabrik Pakaian Dalam di Teras Boyolali PHK 261 Karyawan Sejak Juli 2026

BOYOLALI — PT Cartini Lingerie Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian dalam di wilayah Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 261 karyawan sejak Juli 2026.

Jumlah tersebut mencapai sekitar 18,6 persen dari total pekerja perusahaan yang tercatat sekitar 1.400 orang. Dengan demikian, hampir 20 persen karyawan PT Cartini Lingerie Indonesia terdampak PHK dalam kurun waktu dua bulan.

Data tersebut disampaikan Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Boyolali. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Diskopnaker Boyolali, Agus Setyo Winarno, mengatakan PHK dilakukan secara bertahap.

“Pada Juli 2026 perusahaan melakukan PHK kepada 21 karyawan. Kemudian pada Agustus 2026 melakukan PHK kepada 240 karyawan. Total terakhir 261 karyawan,” ujar Agus saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Agus, pengurangan tenaga kerja tersebut berkaitan dengan menurunnya jumlah pesanan dari buyer luar negeri. Pada periode Juli 2025 hingga Juli 2026, PT Cartini Lingerie Indonesia disebut mendapatkan pesanan dari sekitar lima buyer.

Namun, memasuki periode Juli 2026 hingga Juli 2027, jumlah buyer yang masih memberikan pesanan disebut berkurang menjadi satu.

“Karena buyernya berkurang. Yang biasanya masuk empat atau lima buyer, ini baru masuk satu buyer. Sehingga terpaksa efisiensi. Total terakhir 261 karyawan,” jelasnya.

Agus mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan berkurangnya buyer dari luar negeri tersebut. Namun, kondisi tersebut berdampak terhadap kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.

Seluruh pekerja yang terkena PHK, lanjut dia, merupakan karyawan tetap. Meski demikian, perusahaan menyampaikan bahwa PHK tersebut bersifat sementara. Para pekerja masih berpeluang direkrut kembali apabila pesanan dari buyer kembali meningkat.

“PHK ini sifatnya sementara. Ketika ada pesanan dari buyer ke perusahaan, para karyawan itu akan direkrut kembali,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian pekerja yang terkena PHK telah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain. Agus menyebut terdapat sejumlah mantan pekerja PT Cartini Lingerie Indonesia yang telah bekerja di beberapa perusahaan di wilayah Boyolali dan sekitarnya.

“Sudah ada yang masuk ke Hansol sebanyak 12 orang dari PHK Cartini, kemudian di JS Corp ada sembilan orang, Hoplun empat orang. ESGI Sambi juga siap menampung semua ketika dari Cartini menghendaki,” ungkap Agus.

Menurutnya, ESGI Sambi pada September ini masih membutuhkan sekitar 120 pekerja. Selain itu, perusahaan Wanhe disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar hingga Desember mendatang.

“Wanhe sampai Desember membutuhkan 4.000 pekerja,” tambahnya.

Diskopnaker Boyolali memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK telah dipenuhi oleh perusahaan. Hak tersebut termasuk kepesertaan dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan serta pembayaran pesangon dari perusahaan.

Agus juga menyebut PT Cartini Lingerie Indonesia menjadi perusahaan yang melakukan PHK dalam jumlah besar di Boyolali dalam periode tersebut.

“Selain Cartini, tidak ada. Kalau yang PHK besar-besaran hanya Cartini. Yang lain itu mengundurkan diri atau mangkir,” pungkasnya.

(Sumber : solopos.espos.id)

Exit mobile version