Produktivitas Terminal Peti Kemas Batu Ampar Melonjak, Ongkos Logistik Batam-Shanghai Turun hingga 50 Persen - lemspsi.com
Ekonomi

Produktivitas Terminal Peti Kemas Batu Ampar Melonjak, Ongkos Logistik Batam-Shanghai Turun hingga 50 Persen

74
Terminal Peti Kemas Batu Ampar

BATAM – Transformasi besar yang dilakukan di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar mulai membuahkan hasil. Berkat modernisasi fasilitas dan penguatan sistem operasional, produktivitas bongkar muat meningkat signifikan, sementara biaya logistik ekspor dari Batam ke Shanghai kini turun hingga 50 persen.

Pengembangan terminal yang dikelola PT Batam Terminal Petikemas (BTP) bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) sebagai mitra BP Batam tersebut didukung investasi sekitar USD85 juta.

Dana itu digunakan untuk pembaruan alat bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan (container yard), peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan transformasi TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi BP Batam dalam membangun sistem logistik yang modern dan berdaya saing di kawasan.

“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar akan terus dipercepat sebagai komitmen meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan tujuan investasi,” kata Denny dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).

Hasil pembenahan tersebut terlihat dari meningkatnya kinerja operasional terminal. Produktivitas bongkar muat peti kemas (Container Handling Productivity) naik dari 18 box crane per hour (BCH) menjadi 24 BCH atau meningkat sekitar 33 persen.

Sementara produktivitas penanganan kapal (Ship Handling Productivity) melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari 12 box ship per hour (BSH) menjadi 40 BSH.

Tak hanya itu, waktu putar kapal (Vessel Turnaround Time) berhasil dipangkas hingga 65 persen, dari rata-rata 20 jam menjadi hanya tujuh jam. Sedangkan waktu tunggu kapal (Waiting Time) turun dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.

Efisiensi operasional tersebut turut mendorong peningkatan arus peti kemas. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat volume bongkar muat mencapai 221.183 TEUs.

Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor mencapai 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen dari total arus peti kemas.

Peningkatan layanan juga ditandai dengan bertambahnya frekuensi pelayaran langsung (direct call) dari Batam ke berbagai pelabuhan internasional.

Kapal berkapasitas 1.200 hingga 2.000 TEUs kini melayani Batam sebanyak 10 hingga 13 kali setiap bulan, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 6 hingga 7 kali.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap biaya logistik. Tarif pengiriman rute Batam-Shanghai kini turun menjadi sekitar USD650-800 per kontainer ukuran 20 kaki. Sebelumnya, biaya mencapai USD950-1.100 karena harus melalui proses transshipment di Singapura.

Dengan layanan direct call, pelaku usaha dapat menghemat hingga USD300 per kontainer atau sekitar 30-50 persen, sekaligus memangkas waktu pengiriman menjadi sekitar delapan hari.

Di sisi lain, perusahaan pelayaran juga diuntungkan karena efisiensi waktu sandar mencapai 17 jam per kapal, yang mampu menekan biaya operasional hingga USD3.800 setiap kunjungan.

BP Batam juga tengah menyiapkan implementasi sistem Direct Billing, yakni sistem pembayaran layanan terminal secara langsung dan real time tanpa melalui pihak ketiga. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, sekaligus menurunkan dwelling time di pelabuhan.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengembangan TPK Batu Ampar berjalan sesuai target.

“Ke depan kami akan terus meningkatkan kapasitas terminal agar mampu mengakomodasi pertumbuhan arus barang global sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menegaskan pihaknya bersama BACT akan melanjutkan pengembangan terminal, pengerukan kolam pelabuhan, serta integrasi sistem digital guna mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional. (mri)

 

Exit mobile version