TANGERANG SELATAN, BANTEN– Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memperkuat upaya perlindungan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri dengan memberikan pendampingan sejak tahap pelatihan hingga proses penempatan kerja. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta praktik penipuan dalam penempatan tenaga kerja migran.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan kolaborasi antara PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS) melalui program pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri menjadi peluang strategis bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan di pasar internasional sekaligus membantu menekan angka pengangguran di daerah.
“Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan. Pemkot Tangsel juga siap memberikan pendampingan agar tak ada risiko ke depannya,” ujar Benyamin saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pembukaan pelatihan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangerang Selatan, Senin.
Sebagai bentuk pengawasan, Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang legal dan berkantor di wilayah Tangerang Selatan.
Program ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hingga kini, kegiatan sosialisasi mengenai peluang kerja luar negeri dan perlindungan pekerja migran telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di Kota Tangerang Selatan.
Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah menyusun regulasi daerah yang akan memberikan dukungan pembiayaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya sekaligus memastikan para calon pekerja memenuhi persyaratan kesehatan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Benyamin menegaskan bahwa program pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan bahasa asing serta pemahaman mengenai budaya negara tujuan.
“Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” katanya.
Melalui pendampingan yang menyeluruh, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri secara aman, legal, dan profesional, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.
(Sumber : antaranews.com)
