Pekerja Kontraktor Tewas Diduga Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan, Tragedi Kedua dalam Sepekan - lemspsi.com
Daerah

Pekerja Kontraktor Tewas Diduga Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan, Tragedi Kedua dalam Sepekan

239

Contract Worker Killed in Suspected Sumatran Tiger Attack in Pelalawan, Second Fatal Incident Within a Week

ILUSTRASI- Seekor Harimau Sumatra Mengintai Mangsa

PELALAWAN, RIAU – Konflik antara manusia dan Harimau Sumatera kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang pekerja kontraktor bernama Eko Prastio (29) ditemukan meninggal dunia setelah diduga diterkam Harimau Sumatera di kawasan camp perusahaan hutan tanaman industri (HTI) di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Jumat (10/7/2026).

Peristiwa ini menjadi tragedi kedua dalam kurun waktu sepekan di lokasi yang sama. Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026), seorang anak perempuan berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu, juga meninggal dunia setelah diserang Harimau Sumatera saat berada di sekitar area camp.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Eko merupakan karyawan kontraktor yang bekerja di kawasan tersebut. Pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, korban keluar dari camp menuju area di depan lokasi yang dikenal memiliki sinyal telepon seluler lebih baik. Namun hingga larut malam, ia tidak kunjung kembali sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan rekan kerjanya.

Sekitar pukul 21.00 WIB, salah seorang rekan korban, Rofi Hudzil Affa (21), bersama sejumlah pekerja dan pihak manajemen perusahaan melakukan pencarian. Upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga malam hari dan dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, tim pencari menemukan bercak darah sekitar 100 meter dari depan camp. Dari lokasi tersebut ditemukan jejak yang mengarah ke kawasan hutan dengan semak belukar lebat. Tim kemudian mengikuti jejak tersebut dan menduga korban telah diseret hingga kurang lebih dua kilometer dari titik awal.

Sekitar pukul 07.00 WIB, jasad Eko akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kawasan hutan. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Klinik Estate Tasik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian menunjukkan korban diduga diserang saat berada di area yang minim penerangan dan berjarak cukup jauh dari permukiman pekerja.

Insiden berulang ini kembali menyoroti tingginya potensi konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya Harimau Sumatera, di wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya peningkatan langkah mitigasi dan pengamanan bagi para pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar habitat satwa dilindungi tersebut.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi lebih lanjut serta memperkuat upaya pencegahan guna meminimalkan risiko terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (Sumber : lancangkuning.com)

Exit mobile version