Pabrik BYD di Subang Mulai Beroperasi, Siap Dorong Industri Otomotif Nasional - lemspsi.com
Daerah

Pabrik BYD di Subang Mulai Beroperasi, Siap Dorong Industri Otomotif Nasional

115

BYD's Subang Plant Begins Operations, Ready to Boost National Automotive Industry

BYD electric car photo. Sumber en.byd.com

SUBANG — PT BYD Motor Indonesia tengah merampungkan fasilitas perakitan kendaraan listriknya di Subang, Jawa Barat. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak manajemen mengenai tanggal pasti peluncuran komersialnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengonfirmasi bahwa pabrik manufaktur asal Tiongkok tersebut sudah mulai beroperasi.

“Pabrik BYD sudah jalan, sudah mulai produksi,” ujar Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, di sela-sela pameran GIIAS 2026, Rabu (5/8).

 

Meski mengaku belum meninjau lokasi secara langsung, Jongkie menyambut positif kabar tersebut. Kehadiran pabrik perakitan lokal ini diyakini bakal memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan total volume produksi otomotif di dalam negeri.

 

Sebelumnya, BYD memasarkan seluruh lini kendaraannya di Indonesia melalui skema impor utuh (Completely Built Up/CBU). Sepanjang periode 2024–2025, lini mobil listrik BYD dapat ditawarkan dengan harga kompetitif berkat memanfaatkan insentif bebas bea masuk dan PPnBM impor yang dikucurkan pemerintah.

Persiapan menuju tahap produksi masal sebenarnya telah berjalan sejak awal tahun. Pada ajang IIMS 2026 lalu, pihak BYD membeberkan bahwa fasilitas di Subang sudah memasuki tahap trial production (uji coba produksi).

 

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa kesiapan pabrik mencakup pengintegrasian ratusan peralatan manufaktur modern guna memenuhi standar standar mutu dan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari pemerintah.

“Memang dalam proses manufaktur itu ada namanya commissioning dan alignment. Terdiri dari ratusan peralatan yang harus diintegrasikan, setiap roll off wajib presisi, zero error,” jelas Luther. Langkah ketat ini diambil untuk memastikan setiap unit kendaraan yang keluar dari lini produksi berada dalam kondisi sempurna.

 

Hingga Agustus 2026, BYD belum merinci model spesifik apa saja yang mulai diproduksi di fasilitas anyar tersebut. Namun, pasar berharap model-model terlaris yang sudah dipasarkan saat ini dapat diprioritaskan.

Saat ini, portofolio kendaraan BYD di Indonesia terbilang lengkap, mulai dari BYD Dolphin, Seal, Atto 3, Atto 1, BYD M6, hingga BYD M6 DM. Sementara di segmen kendaraan listrik premium, BYD juga memboyong merek Denza melalui model MPV D9 EV. Beralihnya status CBU menjadi produksi lokal (Completely Knocked Down/CKD) diharapkan semakin memperkuat daya saing BYD di pasar kendaraan listrik Tanah Air.  (Sumber : katadata.co.id)

Exit mobile version