Internasional

Netflix Berencana PHK 1.000 Karyawan, Divisi Teknologi hingga SDM Terdampak

63
×

Netflix Berencana PHK 1.000 Karyawan, Divisi Teknologi hingga SDM Terdampak

Sebarkan artikel ini

Netflix Plans to Lay Off 1,000 Employees, Affecting Technology and Human Resources Divisions

Ilustrasi Netflix, platform streaming Netflix.(PIXABAYYOUSAFBHUTTA)
JAKARTA – Perusahaan layanan streaming Netflix berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan atau setara dengan 6 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya perusahaan menentukan prioritas investasi dan menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis di industri hiburan digital.

Mengutip CNBC, Kamis (15/10/2026), rencana pengurangan tenaga kerja tersebut diketahui melalui memo internal yang dikirimkan kepada karyawan. PHK diperkirakan berdampak pada sejumlah divisi, antara lain produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia (SDM).

Dalam memo tersebut, Co-CEO Netflix Ted Sarandos dan Greg Peters menjelaskan bahwa perusahaan perlu lebih disiplin dalam menentukan alokasi tenaga kerja dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

“Misi kita untuk menghibur dunia adalah sesuatu yang ambisius, dan untuk mewujudkannya, kita harus disiplin dalam menentukan prioritas penggunaan tenaga kerja dan sumber daya,” tulis Sarandos dan Peters dalam memo tersebut.

Meski berencana mengurangi jumlah karyawan, keduanya menegaskan bahwa kondisi bisnis Netflix masih kuat dan terus bertumbuh. Perusahaan juga disebut masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai proyeksi kinerja sepanjang tahun.

“Kita akan terus berinvestasi secara agresif pada area-area berdampak tinggi untuk meningkatkan layanan serta mendorong pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut,” tulis keduanya.

Menurut manajemen, investasi tersebut perlu diimbangi dengan penentuan prioritas di berbagai lini bisnis agar perusahaan dapat terus memberikan layanan kepada pelanggan, mitra, karyawan, dan investor.

BACA JUGA:  Thailand Restrukturisasi Pajak Otomotif, Cegah Pabrik Pindah ke Negara Tetangga

Netflix menyatakan tidak memiliki komentar tambahan di luar memo yang disampaikan kedua pimpinan perusahaan tersebut. Perusahaan dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan kuartalan pada 20 Oktober 2026.

Pertumbuhan Netflix Menghadapi Tantangan

Rencana PHK ini muncul beberapa minggu setelah Sarandos menyampaikan pandangannya mengenai pertumbuhan perusahaan dalam konferensi Bloomberg Screentime.

Dalam acara tersebut, Sarandos mengakui bahwa pertumbuhan Netflix belum sesuai dengan harapannya. Pernyataan itu mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri streaming.

Netflix masih menjadi salah satu pemain terbesar di industri hiburan digital dengan keuntungan yang solid. Namun, waktu menonton konten di platform tersebut cenderung stagnan.

Dalam beberapa waktu terakhir, penambahan pelanggan baru antara lain didorong oleh kebijakan pembatasan berbagi kata sandi dan peluncuran paket berlangganan dengan harga lebih murah yang didukung iklan.

BACA JUGA:  Kebangkrutan Perusahaan di Jerman Capai Level Tertinggi dalam Dua Dekade

Meski demikian, mempertahankan pertumbuhan pelanggan dan meningkatkan keterlibatan pengguna tetap menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

Netflix juga menghadapi persaingan dari YouTube, yang disebut sebagai salah satu ancaman terbesar bagi bisnisnya. Selain itu, potensi penggabungan layanan Paramount+ dan HBO Max yang berkaitan dengan Paramount, Warner Bros. Discovery, dan Skydance dapat memperketat persaingan dalam memperebutkan perhatian penonton.

Perluas Konten di Tengah Persaingan

Untuk mempertahankan daya tarik layanan, Netflix memperluas variasi konten dalam beberapa tahun terakhir. Selain film dan serial, perusahaan mengembangkan kategori lain, termasuk siaran olahraga langsung, dokumenter, dan video game.

Strategi diversifikasi tersebut dijalankan ketika perusahaan menghadapi tantangan dalam menghadirkan tayangan populer yang mampu mendorong pertumbuhan pelanggan sekaligus meningkatkan waktu menonton.

Sebelumnya, serial seperti Stranger Things dan Squid Game menjadi contoh tayangan yang membantu meningkatkan jumlah pelanggan serta menarik perhatian penonton secara luas.

Namun, Netflix masih perlu memastikan keberadaan konten-konten unggulan yang dapat mempertahankan antusiasme penonton dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Dua Saudara Kembar Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat

Dalam situasi tersebut, perusahaan dituntut menentukan prioritas penggunaan sumber daya untuk mengembangkan layanan, memperkuat inovasi, dan mempertahankan daya saing.

Disney Juga Berencana Mengurangi Karyawan

Rencana pengurangan tenaga kerja Netflix berlangsung ketika perusahaan media lain turut melakukan langkah serupa untuk menekan biaya operasional dan menyesuaikan kebutuhan bisnis.

Pada September 2026, Disney mengumumkan rencana PHK terhadap sekitar 300 karyawan. Sebagian besar pengurangan tenaga kerja tersebut diperkirakan berdampak pada divisi sumber daya manusia dan teknologi.

Langkah yang ditempuh Netflix dan Disney menunjukkan bahwa perusahaan di industri hiburan digital dan media menghadapi tekanan untuk menyesuaikan struktur organisasi dengan prioritas bisnis mereka.

Bagi pekerja, rencana PHK tersebut menjadi perhatian karena pengurangan tenaga kerja dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan pekerjaan, terutama di tengah perubahan strategi dan persaingan industri yang semakin ketat.

Meski demikian, Netflix menegaskan bahwa perusahaan tetap akan berinvestasi pada bidang-bidang yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pengembangan layanan dan pertumbuhan bisnis. (Sumber : kompas.com)