Mantan PMI di Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat Pelatihan dan KUR BRI - lemspsi.com
Daerah

Mantan PMI di Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat Pelatihan dan KUR BRI

217

Former Indonesian Migrant Worker in Indramayu Builds Thriving Seafood Processing Business with BRI Training and KUR Support

Rosyidah kembali ke kampung halaman di pesisir Indramayu membuat produk olahan hasil laut yang diberi merek C’milzea. (Dok BRI)

INDRAMAYU, JAWA BARAT – Pengalaman bekerja selama empat tahun sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia menjadi titik awal bagi Rosyidah untuk membangun masa depan yang lebih baik di kampung halamannya. Sekembalinya ke pesisir Indramayu, Jawa Barat, ia melihat potensi besar dari hasil laut yang melimpah dan mengubahnya menjadi peluang usaha melalui produk olahan hasil laut dengan merek C’milzea.

Merintis usaha dari nol bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan hingga akses permodalan, sempat dihadapi Rosyidah. Namun, melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran Indonesia yang diselenggarakan oleh BRI Peduli, ia mendapatkan bekal keterampilan, wawasan bisnis, jejaring, serta kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya.

Tak hanya memperoleh pendampingan, Rosyidah juga mendapatkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Fasilitas tersebut dimanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pembelian bahan baku hingga penambahan stok produk guna memenuhi permintaan pasar.

“Alhamdulillah, KUR BRI yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat,” ujar Rosyidah.

Dukungan tersebut membawa perubahan signifikan terhadap perkembangan usahanya. Produk unggulannya, Baby Crispy, yang sebelumnya hanya mampu terjual sekitar 50 kemasan per periode, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, variasi produk yang semula hanya satu jenis kini berkembang menjadi tiga varian untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Pertumbuhan usaha Rosyidah juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, usahanya turut membuka peluang penghasilan bagi ibu-ibu nelayan di lingkungan tempat tinggalnya melalui kegiatan produksi dan pengolahan hasil laut.

Kisah Rosyidah menjadi contoh bagaimana pemberdayaan yang berkelanjutan mampu mendorong para purna PMI untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif. Sinergi antara pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan terbukti mampu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Bagi BRI, pemberdayaan tidak hanya sebatas memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta menciptakan masa depan yang lebih baik melalui penguatan usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.

(Sumber : suara.com)

Exit mobile version