Komunitas Hardcore Seoul dan Metal Jepang Galang Solidaritas untuk Pekerja Indonesia - lemspsi.com
Internasional

Komunitas Hardcore Seoul dan Metal Jepang Galang Solidaritas untuk Pekerja Indonesia

94

Seoul Hardcore Community and Japanese Metal Scene Rally in Support of Indonesian Worker

Komunitas HC Seoul dan Metal Jepang galang donasi untuk Pekerja asal Indonesia (Foto Instagram @hexphobia.slam & @noshelter_seoulhc)

JAKARTA – Semangat solidaritas dan etika Do It Yourself (DIY) kembali ditunjukkan komunitas musik hardcore. Kali ini, skena hardcore di Seoul, Korea Selatan, bersama komunitas metal Jepang, menggalang donasi untuk membantu Ariel, seorang pekerja Indonesia di Korea Selatan yang tengah menghadapi proses hukum setelah tidak sengaja mencederai penonton lain di area moshpit.

Aksi solidaritas lintas negara tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dalam skena hardcore tidak berhenti di atas panggung. Kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui dukungan finansial dan moral bagi anggota komunitas yang sedang menghadapi persoalan.

Gerakan tersebut berpegang pada prinsip DIY yang mengedepankan kemandirian, gotong royong, dan solidaritas. Sejumlah pegiat skena hardcore Korea Selatan dan komunitas metal Jepang pun bersatu untuk membantu Ariel menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Insiden di RAMPAGE FEST SUMMER 2026

Berdasarkan unggahan Instagram band hardcore asal Seoul, No Shelter, pada 27 Juli 2026, insiden yang dialami Ariel terjadi saat RAMPAGE FEST SUMMER 2026 di Seongsu, Seoul, pada 27 Juni 2026.

Saat festival berlangsung, Ariel melakukan aksi stage diving. Namun, aksi tersebut berujung insiden ketika seorang penonton terjatuh dan mengalami cedera setelah tidak mampu menahan beban tubuh Ariel.

Penonton yang mengalami cedera kemudian mengambil langkah hukum dan menuntut kompensasi kepada Ariel atas luka yang dialaminya.

Kasus tersebut mendapat perhatian dari komunitas hardcore Seoul karena Ariel merupakan pekerja Indonesia yang berada di Korea Selatan untuk mencari penghasilan dan membantu keluarganya.

Komunitas tersebut juga mengkhawatirkan konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi Ariel, termasuk kemungkinan deportasi.

“Ariel adalah seorang pekerja pabrik Indonesia yang datang ke Korea untuk mendapatkan penghasilan yang jujur dan mendukung keluarganya. Jumlah yang diminta jauh melebihi kemampuan yang mungkin dia miliki. Selain itu, sekarang dia hidup dengan rasa takut bahwa kasus ini bisa menyebabkan dia dideportasi dari Korea,” tulis No Shelter dalam unggahannya.

Gelar Benefit Show untuk Ariel

Melihat kondisi tersebut, sejumlah band dalam skena hardcore Seoul kemudian menggelar BROTHERHOOD: BENEFIT SHOW FOR ARIEL. Acara ini digelar sebagai bentuk dukungan sekaligus upaya mengumpulkan dana untuk membantu Ariel menghadapi proses hukum.

Benefit show tersebut tidak menyediakan tiket secara daring. Pengunjung dapat membeli tiket langsung di lokasi dengan harga 20.000 won atau sekitar Rp254 ribu.

Seluruh hasil penjualan tiket disalurkan untuk membantu Ariel tanpa potongan.

Sejumlah band dari skena hardcore Seoul turut ambil bagian, di antaranya No Shelter, Desonide, Cutt Deep, Palecistus, dan Turn For Our.

Solidaritas Menyeberang ke Jepang

Dukungan terhadap Ariel tidak hanya datang dari komunitas hardcore Korea Selatan. Solidaritas tersebut juga merambah Jepang.

Unit slam death metal asal Jepang, Hexphobia, tergerak membuat merchandise khusus untuk menggalang dana. Seluruh keuntungan dari penjualan kaus tersebut didonasikan untuk membantu biaya perkara hukum Ariel.

Berdasarkan bukti transaksi yang dipublikasikan, Hexphobia mentransfer donasi sebesar 30.250 yen atau sekitar Rp3,4 juta pada 14 Agustus 2026.

Dalam catatan transaksi tersebut tercantum pesan, “Donation for hardcore brother Ariel.”

Aksi solidaritas lintas negara ini menunjukkan bahwa bagi komunitas hardcore, persaudaraan bukan sekadar slogan yang terdengar ketika musik dimainkan di atas panggung.

Ketika salah satu anggota komunitas menghadapi persoalan, semangat tersebut dapat bergerak menjadi aksi nyata. Dari dalam pit, solidaritas berkembang menjadi dukungan kemanusiaan yang melintasi batas negara, mempertemukan komunitas musik Korea Selatan, Jepang, dan seorang pekerja Indonesia yang tengah menghadapi persoalan hukum.

(Sumber : medcom.id)

Exit mobile version