KLH Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik - lemspsi.com
Nasional

KLH Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik

80

KLH Monitors Impact of Mount Anak Krakatau Eruption, Urges Residents to Beware of Volcanic Ash

Menteri Lingkungan Hidup- Jumhur Hidayat

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus memantau secara intensif dampak ekologis akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi dalam dua hari terakhir.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan upaya mitigasi dampak lingkungan sekaligus memastikan perlindungan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas gunung api tersebut. Minggu, 6/9/2026

“Sebagai Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, saya Muhammad Jumhur Hidayat menyampaikan pesan dan imbauan dalam menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau dua hari belakangan ini,” kata Jumhur dalam keterangannya.

Menurutnya, KLH telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pemantauan terhadap sejumlah indikator lingkungan di wilayah sekitar Selat Sunda.

Tim tersebut ditugaskan melakukan pengukuran kualitas udara ambien serta pemantauan kualitas air laut, khususnya di wilayah pesisir Banten dan Lampung yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Tim reaksi cepat Kementerian Lingkungan Hidup telah diturunkan untuk melakukan pengukuran kualitas udara ambien serta pemantauan kualitas air laut di wilayah pesisir Banten dan Lampung,” ujarnya.

Jumhur mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat diminta mengikuti setiap arahan dan panduan yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pemda Diminta Amankan Sumber Air Bersih

Jumhur juga meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan dan keamanan sumber air bersih masyarakat.

Ia mengingatkan agar sumber air warga diamankan dari kemungkinan kontaminasi abu vulkanik yang dapat terbawa dan masuk ke sumber-sumber air terbuka.

“Saya juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mengamankan sumber air bersih warga dari kontaminasi abu vulkanik,” tegasnya.

Menurut Jumhur, penanganan dampak erupsi tidak hanya berkaitan dengan keselamatan masyarakat, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap lingkungan dan ekosistem di sekitar wilayah terdampak.

KLH, kata dia, akan melakukan pemulihan ekosistem pesisir serta penanganan terhadap dampak biologis setelah kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau dinyatakan stabil.

“Pemulihan ekosistem pesisir dan penanganan dampak biologis akan dilaksanakan begitu kondisi aktivitas gunung api dinyatakan stabil,” kata Jumhur.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi mengenai kondisi gunung api dan rekomendasi keselamatan masyarakat diharapkan menjadi acuan utama dalam menentukan aktivitas di wilayah terdampak.

Langkah pemantauan kualitas udara dan air laut yang dilakukan KLH diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai dampak ekologis erupsi sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan lingkungan selanjutnya.

(Sumber :  @lingkunganjumhur)

Exit mobile version