Jawa Tengah Tawarkan Kawasan Industri Baru kepada Investor Singapura, Bidik Penguatan Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja - lemspsi.com
DaerahEkonomiInternasional

Jawa Tengah Tawarkan Kawasan Industri Baru kepada Investor Singapura, Bidik Penguatan Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja

95

Central Java Offers New Industrial Estates to Singaporean Investor, Targets Stronger Investment and Job Creation

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama COO Sembcorp Industries Gareth Wong-ANTARA

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat daya tarik investasi dengan menggandeng investor asal Singapura untuk mengembangkan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan arus investasi, memperluas aktivitas industri, serta membuka lebih banyak lapangan kerja di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah dengan perwakilan Sembcorp Industries, perusahaan yang berbasis di Singapura dan telah menjadi mitra strategis Pemprov Jateng sejak 2016.

Menurut Sakina, pertemuan tersebut merupakan bagian dari penjajakan untuk memperkuat kerja sama, khususnya dalam pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus baru di Jawa Tengah.

“Pembahasannya antara lain mengenai peluang investasi untuk penambahan kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus baru di Jawa Tengah,” ujar Sakina di Semarang, Rabu. (22/7)

Selama ini, kerja sama antara Sembcorp Industries dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berfokus pada pengembangan kawasan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan, terutama melalui pengelolaan KEK Kendal.

“Sembcorp Industries merupakan pengelola KEK Kendal bersama Jababeka. Karena pengembangan KEK Kendal berjalan dengan baik, kami berharap akan ada kawasan industri baru yang kembali dibangun oleh Sembcorp di Jawa Tengah,” katanya.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Pemprov telah melakukan pendataan terhadap sejumlah kabupaten dan kota yang memenuhi syarat untuk pengembangan kawasan industri maupun KEK baru. Salah satu persyaratan utama adalah tersedianya lahan minimal seluas 50 hektare.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kajian kelayakan, termasuk menyusun sejumlah proyek investasi yang telah siap ditawarkan kepada calon investor dalam bentuk investment project ready to offer.

“Saat ini sudah ada enam lokasi yang diperuntukkan sebagai kawasan industri. Bahkan, sudah ada pendekatan awal atau sounding minat dari sejumlah investor,” jelas Sakina.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries, Gareth Wong, menilai Jawa Tengah memiliki prospek yang sangat besar untuk pengembangan kawasan industri baru.

Perusahaan yang telah mengelola sekitar 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura tersebut berencana memperluas investasinya di Indonesia dengan menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri regional.

“Kami ingin membangun poros industri Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik untuk menjadi bagian dari jaringan tersebut,” kata Gareth.

Ia menambahkan bahwa Indonesia, khususnya Jawa Tengah, masih memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan industri yang sangat kuat sehingga menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan bagi perusahaan internasional.

“Banyak area yang memiliki potensi besar. Kami melihat Indonesia, khususnya Jawa Tengah, sebagai kawasan yang sangat kuat untuk pengembangan investasi di masa depan,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akumulasi investasi di KEK Kendal hingga akhir 2025 telah mencapai Rp187,05 triliun. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai sekitar Rp6 triliun atau sekitar dua pertiga dari target investasi tahun ini yang dipatok sekitar Rp9 triliun.

Keberadaan KEK Kendal juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Hingga Triwulan I 2026, kawasan tersebut telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen, tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Dengan rencana pengembangan kawasan industri baru bersama Sembcorp Industries, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap keberhasilan KEK Kendal dapat direplikasi di daerah lain sehingga semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi investasi dan pusat industri nasional. (Sumber: Antaranews)

Exit mobile version