JAKARTA – XLSmart meluncurkan program pengembangan talenta bertajuk XLSmart Future Ready yang menargetkan menjangkau 1 juta talenta muda di Indonesia. Melalui program ini, perusahaan juga menargetkan memberikan sertifikasi kepada 10.000 peserta serta membantu penyerapan hingga 1.000 tenaga kerja, baik di lingkungan XLSmart maupun perusahaan mitra.
Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengatakan program tersebut hadir sebagai solusi atas kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta yang siap kerja.
“Kita mau perkenalkan XLSmart Future Ready. Jadi kalau teman-teman sudah melihat bahwa ada gap di dalam hiring. Di sini Future Ready kita akan solve itu,” kata Reza Mirza dalam konferensi pers di Kantor XLSmart, Jakarta, Jumat (3/7).
Reza menjelaskan, program ini memiliki target yang cukup ambisius, mulai dari menjangkau jutaan talenta muda hingga membantu proses penyerapan tenaga kerja.
“Targetnya adalah kita akan menjangkau 1 juta talent-talent muda, 10 ribu yang akan kita berikan sertifikasi, dan seribu yang akan kita bantu hire either in XLSmart atau di mitra-mitra kita,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan investasi perusahaan pada infrastruktur jaringan.
Menurut Rajeev, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan program pelatihan. Namun, yang dibutuhkan saat ini adalah program yang mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
“Indonesia tidak kekurangan program pelatihan. Yang dibutuhkan saat ini adalah program yang mampu menghubungkan pembelajaran dengan peluang kerja yang nyata,” kata Rajeev.
XLSmart menyebut peluncuran Future Ready merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan di sektor jaringan (network leadership), seiring dengan pengembangan infrastruktur digital dan implementasi 5G blanket coverage di berbagai wilayah Indonesia.
Perusahaan menilai perluasan akses digital harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi masyarakat agar investasi infrastruktur yang dilakukan dapat dimanfaatkan secara optimal serta mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan berdaya saing. (Sumber : CNN Indonesia)
