Dilema EV Thailand: Serbuan Mobil Tiongkok Ancam Industri dan Rantai Pasok Lokal - lemspsi.com
Internasional

Dilema EV Thailand: Serbuan Mobil Tiongkok Ancam Industri dan Rantai Pasok Lokal

100

Thailand’s EV Dilemma: Influx of Chinese Cars Threatens Local Industry and Supply Chain

lustrasi industri otomotif Thailand

BANGKOK — Sama seperti Malaysia, Thailand kini sedang menghadapi perdebatan hangat antara melindungi kepentingan konsumen atau memajukan industri otomotif lokal. Tren kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang terus meningkat—ditambah banjirnya mobil impor utuh (Completely Built-Up/CBU) berharga murah dari Tiongkok—kian menekan angka produksi nasional.

Menukil Paultan, kondisi ini tak hanya mengancam kelangsungan hidup produsen suku cadang lokal, tetapi juga membahayakan ribuan lapangan kerja di sektor tersebut. Meski investasi asing sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, para pemimpin industri otomotif mendesak pemerintah Thailand untuk segera mendorong penggunaan suku cadang lokal (local content) dalam pembuatan EV demi melindungi rantai pasok dalam negeri.

Desakan Insentif dan Komponen Lokal

Menurut Ketua Klub Industri Otomotif Federasi Industri Thailand (FTI), Suwat Supakandechakul, komponen umum seperti jok mobil, kabel listrik, dan kaca depan sebaiknya diproduksi secara lokal agar mencapai efisiensi biaya (economies of scale).

Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah disarankan untuk:

  • Memberikan insentif pemotongan pajak bagi produsen yang mengadopsi komponen lokal.

  • Memprioritaskan suku cadang bernilai tinggi, seperti sasis yang saat ini sudah berhasil dibuat di dalam negeri.

Kewajiban penggunaan komponen lokal pada EV dinilai perlu untuk meniru praktik produksi mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) yang selama ini terbukti menopang industri domestik.

Dampak Geopolitik: Selain menjaga rantai pasok dalam negeri, langkah ini bertujuan mengatasi kekhawatiran Amerika Serikat terkait praktik pengiriman barang rakitan Thailand yang didominasi komponen impor (transshipment). Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu pengenaan tarif impor yang lebih tinggi dari AS terhadap produk Thailand.

Restrukturisasi Pajak Impor

Di sisi lain, Presiden Asosiasi Industri Otomotif Thailand (TAIA), Yuphin Boonsirichan, turut mendesak pemerintah untuk segera merestrukturisasi pajak penjualan barang mewah (pajak eksais) khusus bagi mobil EV yang diimpor secara utuh. Langkah proteksi ini dinilai mendesak demi menjaga daya saing dan kelangsungan bisnis para produsen lokal di tengah gempuran harga murah mobil impor.

(Sumber : Gridoto.com)

Exit mobile version