Buruh Asal Klaten Kayuh Sepeda ke Makkah Demi Umrah - lemspsi.com
Nasional

Buruh Asal Klaten Kayuh Sepeda ke Makkah Demi Umrah

6
Pugianto (55) saat akan berangkat ke Makkah dari Klaten dengan naik sepeda, Minggu (31/5/2026). Foto: Dok. Dunung Setiawan/detikjateng

KLATEN – Tekad kuat mengalahkan segala keterbatasan. Pugianto (55), seorang buruh bangunan asal Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memulai perjalanan luar biasa dengan mengayuh sepeda menuju Makkah, Arab Saudi, demi menunaikan ibadah umrah.

Kakek yang telah memiliki dua cucu itu resmi memulai perjalanannya dari Alun-alun Klaten pada Minggu (31/5/2026).

Keberangkatannya dilepas ratusan pesepeda dari berbagai komunitas yang memberikan dukungan dan doa untuk keselamatan selama perjalanan lintas negara tersebut.

Saat dihubungi pada Senin (1/6/2026), Pugianto mengaku telah tiba di wilayah Wonosobo setelah sebelumnya melintasi Temanggung.

“Hari ini dari Temanggung sudah masuk Wonosobo. Besok melanjutkan perjalanan ke Wangon lewat jalur selatan Jawa,” ujarnya.

Niat untuk berangkat umrah dengan sepeda, kata Pugianto, sebenarnya telah lama tersimpan.

Namun, impian itu baru bisa diwujudkan setelah mendapat ajakan dari rekan sesama pesepeda yang berencana melakukan perjalanan keliling Asia.

“Awalnya ada teman yang mengajak keliling Asia sekaligus umrah. Akhirnya saya ikut karena keluarga tidak mengizinkan jika berangkat sendirian,” katanya.

Dalam perjalanan tersebut, Pugianto akan bergabung dengan dua pesepeda lainnya yang berasal dari Garut dan Bogor, Jawa Barat.

Ia berencana menuju Jawa Barat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai negara menuju Arab Saudi.

Untuk mewujudkan misi spiritualnya itu, Pugianto telah melakukan berbagai persiapan selama beberapa bulan terakhir. Selain rutin bersepeda hingga kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebanyak tiga kali dalam sepekan, ia juga menjaga kondisi fisik, pola istirahat, serta melengkapi dokumen perjalanan.

“Persiapannya latihan gowes, menjaga kesehatan, dan mengurus paspor. Surat sehat serta vaksin juga sudah dilengkapi,” jelasnya.

Perjalanan menuju Tanah Suci diperkirakan memakan waktu antara delapan hingga sepuluh bulan.

Berbagai perlengkapan darurat untuk sepeda pun telah dibawanya, mulai dari ban dalam cadangan, jeruji roda, rantai, hingga peralatan perbaikan lainnya.

Pugianto berharap seluruh rangkaian perjalanan dapat berjalan lancar. Ia juga berencana singgah di sejumlah kedutaan besar negara yang akan dilintasinya untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi perjalanan.

“Doakan semoga semuanya lancar sampai tujuan,” ucapnya.

Sementara itu, rekannya sesama anggota komunitas Sedulur Pit Klaten (SPK), Dunung Setiawan, mengungkapkan bahwa sosok Pugianto memang dikenal gemar berpetualang dan memiliki semangat tinggi dalam bersepeda.

“Saya ikut mengantar sampai perbatasan Prambanan. Di komunitas, Mbah Pugi sering dijuluki ‘Power Rangers’ karena semangat petualangnya luar biasa,” kata Dunung.

Menurutnya, keinginan Pugianto untuk berangkat umrah dengan sepeda bukanlah hal baru.

Impian tersebut telah lama dipendam sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk diwujudkan tahun ini.

Perjalanan Pugianto menjadi bukti bahwa keterbatasan profesi maupun usia bukan penghalang untuk mengejar cita-cita dan panggilan ibadah.

Dengan kayuhan sepeda dan doa yang mengiringi, ia kini menapaki ribuan kilometer menuju Tanah Suci.

sumber: detikjateng

Exit mobile version