Anak Buruh Tani Lolos Teknik Kimia UGM, Raih UKT Gratis Berkat Skor SNBT Tinggi - lemspsi.com
Daerah

Anak Buruh Tani Lolos Teknik Kimia UGM, Raih UKT Gratis Berkat Skor SNBT Tinggi

68

Farmer's Daughter Admitted to UGM Chemical Engineering, Earns Full Tuition Waiver with Outstanding SNBT Score

Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas bersama Ibu Tri Andayani, (Foto UGM)

SLEMAN – Kabar bahagia yang telah lama dinantikan akhirnya tiba bagi keluarga Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas. Siang itu, perempuan yang akrab disapa Hanon (18) berlari menuju sawah tempat ibunya bekerja untuk menyampaikan kabar bahwa dirinya resmi diterima di Program Studi Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Tak hanya berhasil lolos ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Hanon juga memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen dari UGM. Dengan demikian, putri seorang buruh tani tersebut dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.

Perjalanan menuju bangku kuliah bukanlah hal yang mudah bagi Hanon. Sejak ayahnya meninggal dunia pada 2021, kehidupan keluarga berubah drastis. Ibunya, Tri Andayani (53), menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai anak-anaknya.

Saat pertama kali dinyatakan diterima di UGM, Hanon sebenarnya telah mendapatkan subsidi UKT sebesar 75 persen. Namun, ia masih harus membayar sekitar Rp3.375.000 per semester.

“Awalnya saya mendapat subsidi UKT sebesar 75 persen. Jadi waktu itu UKT saya berkisar Rp3.375.000. Jujur, jumlah itu masih berat bagi kami,” ujar Hanon saat ditemui Tim Pemberitaan UGM di Dusun Toino, Pandowoharjo, Sleman, Rabu (15/7/2026).

Meski telah memperoleh keringanan, nominal tersebut tetap menjadi beban bagi keluarganya. Tidak ingin menyerah pada keadaan, Hanon bersama sang kakak, Pranasakti Yogaswara (30), mendatangi Departemen Teknik Kimia UGM untuk menanyakan kemungkinan mengajukan banding UKT.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil. Beberapa hari setelah pengajuan tersebut, pihak universitas mengabulkan permohonan banding sehingga Hanon memperoleh subsidi UKT penuh atau 100 persen.

“Alhamdulillah hasilnya UKT saya turun menjadi 100 persen atau jadi gratis. Saat itu saya langsung lari mengunjungi ibu ke sawah dan bilang kalau UKT saya jadi nol rupiah,” kenang Hanon dengan mata berkaca-kaca.

Momen tersebut menjadi salah satu kenangan paling membahagiakan bagi keluarga kecil itu. Di tengah hamparan sawah tempat ibunya bekerja setiap hari, kabar tentang kuliah gratis menjadi buah dari perjuangan panjang yang mereka jalani selama bertahun-tahun.

Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan perjalanan yang dimulai sejak Hanon masih duduk di bangku SMAN 9 Yogyakarta. Awalnya, ia tidak pernah membayangkan akan memilih Program Studi Teknik Kimia UGM. Bahkan, ia sempat tertarik pada jurusan lain.

Namun, pandangannya berubah setelah berdiskusi dengan sang kakak, Pranasakti Yogaswara atau Yoga, yang memberikan berbagai masukan mengenai prospek Teknik Kimia dan peluang karier di masa depan. Dukungan keluarga itulah yang semakin menguatkan tekad Hanon untuk mengejar cita-citanya.

Kini, impian Hanon untuk mengenyam pendidikan di UGM telah menjadi kenyataan. Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, serta dukungan keluarga dan kesempatan yang diberikan universitas, anak seorang buruh tani pun mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

(Sumber: ugm.ac.id)

Exit mobile version