Akselerasi Ekosistem Baterai EV: Autoclave Terbesar di Dunia Tiba di Proyek HPAL Sambalagi Morowali - lemspsi.com
DaerahEkonomi

Akselerasi Ekosistem Baterai EV: Autoclave Terbesar di Dunia Tiba di Proyek HPAL Sambalagi Morowali

87

Accelerating the EV Battery Ecosystem: World’s Largest Autoclave Arrives at Sambalagi HPAL Project in Morowali

Menteri Investasi dan HilirisasiKepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani-industry.co.id

JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat program hilirisasi mineral demi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Langkah strategis terbaru ini ditandai dengan kedatangan autoclave—peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi—di Morowali, Sulawesi Tengah, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa proyek HPAL Sambalagi menjadi tonggak baru dalam transformasi hilirisasi nikel di tanah air. Menurutnya, fokus saat ini tidak lagi sebatas menciptakan nilai tambah mineral semata, melainkan membangun ekosistem industri baterai EV yang terintegrasi, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

“Sambalagi HPAL menetapkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rosan dalam keterangan resminya.

Spesifikasi Rekor Dunia dan Konsorsium Global

Autoclave yang tiba di lokasi proyek memiliki kapasitas raksasa mencapai 1.268 meter kubik ($m^3$). Berdasarkan data GEM Co., Ltd., unit ini tercatat sebagai autoclave berkapasitas terbesar yang pernah diterapkan pada fasilitas HPAL di dunia.

Proyek HPAL Sambalagi dikembangkan oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) melalui kolaborasi konsorsium tiga negara:

  • PT Vale Indonesia Tbk (Indonesia)

  • GEM Co., Ltd. (Tiongkok)

  • EcoPro (Korea Selatan)

Fasilitas ini berlokasi di Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali. Pabrik ini dirancang untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)—bahan baku utama pembuat baterai kendaraan listrik—dengan target kapasitas produksi mencapai 90.000 ton kandungan nikel per tahun.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain memperkuat rantai pasok industri, proyek ini diproyeksikan membawa dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal maupun nasional melalui pembukaan lapangan kerja:

Tahapan Proyek Estimasi Penyerapan Tenaga Kerja
Masa Konstruksi $\approx$ 6.000 pekerja
Masa Operasional (Penambangan & Pengolahan) $\approx$ 3.600 pekerja

Rosan menjelaskan, pembangunan fasilitas HPAL merupakan bagian dari strategi megah pemerintah untuk melengkapi seluruh rantai pasok industri nikel nasional—mulai dari MHP, nickel sulfate, precursor, cathode active material, hingga menjadi unit baterai EV utuh.

“Klaster industri hijau sudah kita rancang dari hulu ke hilir, dan HPAL adalah gerbang pertamanya,” tegas Rosan.

Komitmen Green Industry dan Penguatan SDM Lokal

Tak hanya berorientasi pada profit ekonomi, proyek HPAL Sambalagi juga mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan menuju Net Zero Emissions (NZE) melalui penerapan waste heat recovery system serta pemanfaatan energi surya untuk operasional rendah karbon.

Pemerintah turut mengapresiasi komitmen konsorsium dalam memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, di antaranya:

  • Pembangunan Infrastruktur & Fasilitas Sosial di sekitar area operasi.

  • Pengembangan Riset Lokal: Pendirian HPAL Research Center untuk penguasaan teknologi dalam negeri, di mana seluruh inovasi hasil risetnya akan dipatenkan di Indonesia.

  • Pendidikan & SDM: Penyediaan program beasiswa bidang metalurgi bagi talenta muda Indonesia serta jalinan kerja sama penelitian dengan berbagai perguruan tinggi nasional.

Menutup keterangannya, Rosan menegaskan bahwa kehadiran autoclave ini menandai fase baru arah industrialisasi Indonesia.

“Hari ini kita memang menyambut kedatangan autoclave di HPAL Sambalagi. Namun, yang sesungguhnya sedang kita bangun bukan hanya sebuah fasilitas industri. Kita sedang membangun ekosistem hilirisasi yang lengkap dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi: menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan,” pungkasnya.

(Sumber : industry.co.id)

Exit mobile version