4.000 Pekerja Sepatu Nike di Bandung Dirumahkan Akibat Keterlambatan Bahan Baku - lemspsi.com
Daerah

4.000 Pekerja Sepatu Nike di Bandung Dirumahkan Akibat Keterlambatan Bahan Baku

140

4,000 Nike Shoe Workers in Bandung Laid Off Due to Delays in Raw Material Delivery

Foto : Kegiatan Pabrik Sepatu Nike

Bandung – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengungkapkan sekitar 4.000 pekerja di salah satu pabrik pemasok sepatu Nike di Bandung terpaksa dirumahkan sementara akibat keterlambatan pasokan bahan baku dari Amerika Serikat (AS).

Presiden KSPN, Ristadi, mengatakan keterlambatan suplai bahan baku diduga terjadi setelah sistem pengadaan yang sebelumnya ditangani langsung oleh Nike dialihkan kepada vendor pihak ketiga.

“Keterlambatan suplai bahan baku ini informasinya disebabkan karena sebelumnya disuplai bahan baku langsung oleh pihak Nike, tapi kemudian diserahkan ke vendor pihak ketiga, jadi mungkin ada hambatan teknis. Diperkirakan bahan baku baru tersedia bulan Juli,” kata Ristadi dalam keterangannya.

Meski ribuan pekerja harus dirumahkan, Ristadi memastikan perusahaan tetap memenuhi hak-hak normatif pekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah pembayaran upah selama masa dirumahkan.

“Selama dirumahkan pihak perusahaan tetap memberikan dan menjamin hak-hak normatif sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan, misalnya soal upah tetap diberikan kepada 4 ribu pekerja yang dirumahkan sebesar upah minimum yang berlaku,” ujarnya.

Namun demikian, KSPN mengaku mencermati perkembangan situasi tersebut dengan kewaspadaan. Ristadi menyatakan kekhawatirannya apabila gangguan pasokan bahan baku bukan semata-mata disebabkan kendala teknis, melainkan berkaitan dengan melemahnya permintaan produk Nike di pasar global.

Menurutnya, apabila kondisi tersebut benar terjadi, dampaknya bisa lebih luas dan berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah yang lebih besar.

“Kami berharap persoalan ini benar-benar hanya masalah teknis terkait pasokan bahan baku dan dapat segera diselesaikan. Sebab jika terkait penurunan permintaan pasar, tentu risikonya jauh lebih besar terhadap keberlangsungan pekerjaan para pekerja,” kata Ristadi.

Hingga saat ini, perusahaan masih menunggu ketersediaan bahan baku yang diperkirakan mulai datang pada Juli mendatang agar proses produksi dapat kembali berjalan normal dan para pekerja dapat kembali bekerja seperti biasa.        @kg_krd

Exit mobile version