Viral Pasutri ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur dalam Aksi Asusila - lemspsi.com
Daerah

Viral Pasutri ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur dalam Aksi Asusila

133

Civil Servant Couple in Tanjungbalai Mobbed Following Allegations of Child Sexual Exploitation

Suasana saat warga geruduk rumah Asn di tanjung balai-detiknews

TANJUNGBALAI — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aksi puluhan warga menggeruduk kediaman seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita yang berprofesi sebagai guru. Penggerudukan ini dipicu oleh dugaan keterlibatan pasutri tersebut dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Berdasarkan video yang beredar luas pada Kamis (23/7/2026), tampak massa memadati bagian depan rumah terduga pelaku. Tak lama kemudian, oknum guru wanita yang masih mengenakan seragam ASN beserta suaminya digiring keluar dari dalam rumah.

Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan. Warga yang tersulut emosi terlihat meluapkan kekesalannya hingga melayangkan beberapa pukulan ke arah pasangan suami istri (pasutri) tersebut saat diamankan. Kedatangan massa bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan pencabulan terhadap seorang anak yatim piatu yang masih duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD).

“Heboh di Tanjungbalai guru PNS diduga bawa murid laki-laki kepada suaminya untuk disodomi,” tulis narasi dalam unggahan video viral tersebut.

Konfirmasi Pihak Setempat

Kepala Lingkungan (Kepling) V Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein, membenarkan insiden penggerudukan yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) malam itu. Ia menyebutkan bahwa warga bergerak setelah mendengar kabar mengenai dugaan tindakan asusila tersebut.

“Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur,” ujar Sadam saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (23/7/2026).

Sadam menambahkan, situasi sempat memanas lantaran terjadi adu mulut di lokasi kejadian, yang akhirnya memancing kedatangan warga sekitar dalam jumlah yang lebih besar.

“Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen, sehingga masyarakat berdatangan. Kalau yang kami lihat, ini masyarakat sekitar yang datang ke sini,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut telah menyita perhatian publik dan diharapkan dapat segera ditangani oleh pihak kepolisian guna mengusut tuntas kebenaran dari dugaan tindakan tidak terpuji tersebut serta mencegah aksi main hakim sendiri dari warga. (Sumber : DetikNews.com)

Exit mobile version