TANJUNG SELOR – Peluang masyarakat untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi semakin terbuka. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara) membuka program SMK Go Global melalui jalur umum sebagai upaya memberikan pelatihan dan pembekalan kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Program ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Dari total 20 peserta yang saat ini mengikuti pelatihan, sebanyak 9 orang berasal dari Lampung, 4 orang dari Nusa Tenggara Timur (NTT), 6 orang dari Kalimantan Utara, dan 1 orang dari Sulawesi Tenggara.
Tingginya peserta dari luar Kaltara menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk mendapatkan peluang kerja di luar negeri melalui jalur yang resmi dan terlindungi.
Program SMK Go Global memberikan berbagai fasilitas kepada peserta. Pelatihan berlangsung selama kurang lebih 15 hari, kemudian dilanjutkan dengan ujian selama satu hari.
Selama mengikuti pelatihan, peserta menerapkan sistem boarding. Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari tempat tinggal hingga konsumsi selama kegiatan, ditanggung oleh negara.
Selain itu, peserta juga memperoleh uang saku harian selama mengikuti program. Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi seluruh persyaratan, peserta akan mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kepala BP3MI Kaltara, Kombes Pol Andi Muhammad Ichsan, mengatakan besarnya jumlah peserta yang berasal dari luar daerah menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk bekerja ke luar negeri, terutama pada sektor perkebunan.
“Ini berarti betapa besar animo masyarakat ingin bekerja ke luar negeri melalui sektor perkebunan,” kata Andi.
Menurut Andi, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi calon PMI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengubah stigma terhadap masyarakat di wilayah perbatasan.
Selama ini, masyarakat Nunukan dan Kaltara yang ingin bekerja ke luar negeri kerap dikaitkan dengan keberangkatan melalui jalur nonprosedural atau ilegal. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena pekerja yang berangkat tanpa prosedur resmi lebih rentan menghadapi berbagai persoalan dan tidak memperoleh perlindungan secara optimal.
Melalui program SMK Go Global, BP3MI Kaltara ingin memberikan alternatif yang lebih aman bagi masyarakat yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri.
Masyarakat tidak hanya dibekali keterampilan kerja, tetapi juga dipersiapkan agar memahami prosedur keberangkatan sebagai PMI secara resmi.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membuka akses kerja internasional sekaligus memastikan calon pekerja memperoleh prosedur yang benar, aman, dan perlindungan negara.
Bukan Sekadar Pelatihan
Program SMK Go Global bukan sekadar pelatihan keterampilan. Program ini menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem penempatan PMI yang lebih terarah, profesional, dan sesuai dengan ketentuan.
Bagi masyarakat di wilayah perbatasan seperti Nunukan, keberadaan program tersebut juga memiliki arti penting. Alih-alih menempuh jalur cepat namun berisiko, calon PMI dapat memperoleh pembekalan, sertifikasi, serta informasi mengenai mekanisme bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
BP3MI Kaltara berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan program serupa sehingga keberangkatan PMI dari wilayah perbatasan dapat dilakukan secara legal, aman, dan terlindungi.
(Sumber : TribunNews.com)
