Ribuan Buruh Bersatu Ancam Mogok Kerja, Negara Bisa Kacau - lemspsi.com
Internasional

Ribuan Buruh Bersatu Ancam Mogok Kerja, Negara Bisa Kacau

123

Thousands of Workers Unite and Threaten to Strike, Country Could Descend into Chaos

TAIPEI – Ribuan pekerja di Taiwan mengancam melakukan aksi mogok kerja jika tuntutan mereka terkait perombakan sistem bonus tidak dipenuhi perusahaan.

Sedikitnya 10.000 dari sekitar 15.000 pekerja Micron di Taiwan merupakan anggota serikat pekerja yang tersebar di wilayah Taoyuan dan Taichung. Serikat pekerja menyatakan, lebih dari 80% anggotanya berdasarkan survei pada Agustus 2026 mendukung rencana aksi mogok.

Otoritas Taiwan memperingatkan bahwa aksi mogok tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan. Pasalnya, Taiwan merupakan salah satu basis manufaktur terbesar Micron.

Otoritas setempat mengatakan sengketa tersebut terus dipantau karena aksi mogok dapat memengaruhi kehidupan pekerja, operasional perusahaan, rantai pasok semikonduktor Taiwan, hingga perekonomian secara lebih luas.

Pemerintah Taiwan juga membuka kemungkinan dilakukannya mediasi antara pihak pekerja dan perusahaan apabila diperlukan untuk menyelesaikan perselisihan.

Di sisi lain, Micron menyatakan terus melakukan komunikasi dengan para karyawannya. Perusahaan juga menegaskan menghormati proses hukum yang berlaku dalam penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan tersebut.

Lonjakan Industri Chip karena AI

Perselisihan mengenai bonus ini terjadi ketika Micron tengah menikmati pertumbuhan bisnis yang kuat. Perusahaan menjadi salah satu penerima manfaat dari meningkatnya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perkembangan infrastruktur AI mendorong lonjakan permintaan terhadap chip memori yang digunakan pada perangkat keras AI. Kondisi tersebut turut memperketat pasokan memori di pasar global.

Kinerja keuangan Micron juga mencerminkan tren tersebut. Perusahaan mencatat pendapatan US$41,46 miliar, sementara angka US$28,24 miliar atau sekitar Rp501,8 triliun juga disebut dalam laporan mengenai kinerja kuartalan perusahaan.

Pernah Terjadi di Samsung

Persoalan mengenai bonus dan pembagian keuntungan juga pernah memicu ketegangan hubungan industrial di .

Sekitar 48.000 anggota serikat pekerja Samsung sebelumnya berencana melakukan mogok kerja selama 18 hari. Namun, aksi tersebut akhirnya batal setelah perusahaan dan pekerja mencapai kesepakatan melalui proses negosiasi.

Dalam kesepakatan tersebut, pekerja memperoleh bonus khusus sebesar 10,5% dari laba operasional bisnis chip. Pemberian bonus tersebut dikaitkan dengan pencapaian target profitabilitas perusahaan.

Kasus Micron di Taiwan kini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah meningkatnya permintaan chip akibat perkembangan AI. Jika aksi mogok benar-benar terjadi, gangguan produksi berpotensi memberikan dampak tidak hanya terhadap Micron, tetapi juga terhadap rantai pasok semikonduktor global.

(Sumber : CNBC indonesia)

Exit mobile version